Pemerintah Bantu 6.000 Janda Miskin Kupang

Kupang (ANTARA News) - Wali Kota Kupang, Daniel Adoe, mengatakan pemerintahannya akan segera memberikan bantuan berupa uang tunai dan kartu jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) bagi 6.000 janda di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini.

"Mereka secara bertahap akan kami kunjungi untuk memberikan bantuan berupa uang tunai sebagai penopang hidup serta kartu Jamkesda untuk berobat di rumah sakit secara cuma-cuma," katanya di Kupang, Selasa.

Ikhwal yang sama, kata mantan Wakil Wali Kota Kupang itu, juga akan diberikan kepada para tuna netra serta anak-anak penghuni panti asuhan yang menyebar di berbagai sudut Kota Kupang.

"Hingga saat ini, saya sudah mengunjungi sekitar 3.000 orang janda miskin di Kota Kupang, dengan memberikan sentuhan kemanusiaan seperti uang tunai dan Jamkesda sebagai salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada warganya," ujarnya.

Menurut dia, Jamkesda yang diberikan pemerintah kota tidak terbatas pada pengobatan tertentu saja, tetapi untuk semua jenis penyakit, termasuk di antaranya operasi atau bedah.

Khusus untuk anak-anak panti asuhan, selain akan mendapat kartu Jamkesda, pemerintah Kota Kupang juga akan memberikan kemudahan untuk bisa bersekolah secara gratis, di seluruh sekolah negeri yang ada di Kota Kupang.

"Banyak anak panti pengeluh kesulitan biaya pendidikan sehingga tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Atas dasar itu, kami akan memberikan kemudahan bagi mereka untuk sekolah secara cuma-cuma di sekolah negeri yang ada di Kota Kupang," kata Adoe.

Selain di sekolah negeri, tambahnya, pihaknya juga akan mencoba melakukan komunikasi dengan para pemilik sekolah swasta dan ketua yayasan masing-masing untuk bisa memberikan kesempatan kepada anak yatim bersekolah secara gratis.

"Terhadap anak-anak yatim dan para penyandang tuna netra sedang kita data, sehingga tidak salah sasaran untuk menyekolahkan mereka secara cuma-cuma," kata Adoe.

Dia berharap dengan kebijakan ini, semua masyarakat di Kota Kupang bisa merasakan akses pendidikan yang baik dan berkualitas, pemenuhan kesehatan yang berkualitas, demi menata kehidupannya menjadi lebih baik.

"Para lurah sudah saya minta untuk melakukan pendataan secara benar dan profesional, sehingga tidak salah sasaran," kata Adoe. 

Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Menko Luhut: 2021, Indonesia stop impor garam

Komentar