Jakarta (ANTARA News) - PT Bank Mandiri Tbk siap mengucurkan pinjaman sebesar Rp11 triliun kepada PT Pelindo II untuk pembiayaan pengembangan Terminal Petikemas Kalibaru, Jakarta.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan antara Dirut Pelindo RJ Lino dan Direktur Utama Mandiri Zulkifli Zaini, disaksikan Menteri BUMN Mustafa Abubakar, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa.

Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli mengatakan, dana pinjaman pembangunan Terminal Petikemas Kalibaru Tahap I ini berjangka waktu pengembalian 10 tahun.

"Kerja sama ini bukti dukungan Mandiri kepada industri kepelabuhanan nasional dalam penguatan infrastruktur dasar yang menjadi salah satu syarat pengembangan ekonomi nasional," ujar Zulkifli.

Sinergi ini diharapkan dapat diperluas melalui berbagai layanan perbankan yang ditujukan dalam rangka meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

Sementara itu, Dirut Pelindo RJ Lino menuturkan proyek pengembangan terminal petikemas Kalibaru ini akan meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat posisi Pelabuhan Tanjung Priok sebagai National Hub Port.

Dengan arus peti kemas yang saat ini sudah mencapai 4,8 juta TEus maka diperkirakan dalam dua sampai tiga tahun mendatang akan mengalami stagnasi.

Pelabuhan peti kemas Kalibaru didirikan di atas lahan reklamasi seluas 75 hektare, pelabuhan dengan panjang dermaga 1.200 meter ini mampu menampung petikemas sekitar 1,9 juta TEus.

"Nantinya terminal ini akan memiliki total panjang dermaga 2.500 meter dengan 150 hektar back-up area," ujarnya.

Dengan pembangunan Pelabuhan Kalibaru ini, PT Pelindo II optimis dapat meningkatkan laba di atas 30 persen di tahun 2011, dari laba bersih tahun 2010 yang mencapai Rp1,2 triliun.

Menurut catatan, komitmen Bank Mandiri dalam mendorong peningkatan industri jasa kepelabuhanan laut nasional telah diwujudkan melalui pengucuran kredit senilai Rp5,9 triliun hingga Juni 2011, atau meningkat 31 persen dari penyaluran kredit pada periode sama tahun 2010 sebesar Rp4,5 triliun.
(R017)

Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2011