Ragit Makanan Khas Ramadan Banyak Dicari

Ragit Makanan Khas Ramadan  Banyak Dicari

Ragit, panganan yang dicari oleh warga Palembang di masa bulan Ramadhan. (Istimewa)

Ragit tersebut adalah sejenis roti dari tepung terigu yang dimakan dengan menggunakan kuah kari.
Palembang (ANTARA News) - Ragit, salah satu makanan khas melayu yang hanya dijual pedagang di Kota Palembang, Sumatera Selatan, saat Ramadhan merupakan salah satu makanan khas yang banyak dicari warga setempat.

Lia (34), salah satu warga di Palembang, Selasa, mengatakan setiap Ramadhan selalu berburu ragit untuk menjadi makanan berbuka bagi keluarganya.

Ragit tersebut adalah sejenis roti dari tepung terigu yang dimakan dengan menggunakan kuah kari, kata dia.

Menurut dia, ragit menjadi menu utama saat berbuka puasa, karena rasanya yang gurih sehingga membuat mereka yang menyantap dan merasakan kelezatannya menjadi selalu merindukan masakan itu.

Namun, kalau bukan bulan pada bulan Ramadhan biasanya akan kesulitan mendapatkan ragit, sehingga saat bulan puasa ini dia menyediakan waktu khusus untuk berburu makanan tersebut, ujar dia lagi.

Ia menyatakan, ragit tersebut kalau di daerah lain, seperti Medan, Sumatera Utara, dinamai roti jala.

Rasanya mirip, tetapi dia merasa lebih cocok dengan ragit Palembang.

Riswanti (43), salah seorang penjual ragit di pasar beduk samping Monpera Palembang menjelaskan, makanan tersebut terbuat dari campuran tepung terigu dan telur yang dimasak tipis dan acak-acak.

Kuahnya persis dengan kari khas melayu lainnya, tetapi biasanya tidak terlalu kental, ujar dia.

Dia menambahkan, satu porsi ragit biasa dijual Rp6.000, dan pada hari pertama Ramadhan ini bisa laku sampai 200 porsi.

Ragit hanya dijual saat Ramadhan karena peminatnya banyak, tetapi pada hari biasa hanya menerima pesanan untuk keperluan pesta atau resepsi pernikahan, kata Riswanti pula.

(ANT-037)(B014)

Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © ANTARA 2011

DKP Kota Tangerang luncurkan laboratorium keamanan pangan mini

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar