Jakarta (ANTARA News) - PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai salah satu BUMN konstruksi di Indonesia menyatakan selalu prosedural dalam mendapatkan proyek-proyek pekerjaannya di seluruh wilayah Indonesia.

"Setiap tahun berjalan, kami mengerjakan sekitar 350 proyek besar dan kecil di seluruh wilayah Indonesia. Pekerjaan-pekerjaan itu kami dapatkan secara prosedural dengan mengikuti rangkaian tendernya," kata Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya, Kurnadi Gularso, dalam penjelasanya kepada pers, di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, rangkaian lelang pekerjaan (tender) diikuti Adhi Karya mulai dari informasi tender di surat kabar hingga tahapan-tahapan penentuannya.

Pada awal kuartal II 2011 ini diraih pula kontrak baru senilai total 131,9 juta dolar AS. Proyek Pembangunan Central Processing Plant (CPP) Area Gundih yang merupakan bagian dari Proyek Pengembangan Gas Jawa Bagian Timur (PPGJ) adalah proyek engineering procurement constructions (EPC) bidang migas. Dalam pelaksanaan proyek ini, Adhi Karya membentuk konsorsium bekerja sama dengan PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT) dengan porsi 49:51.

Perolehan ini sesuai dengan Surat Penunjukan Pemenang Pengadaan (Pelaksana Pekerjaan) tanggal 29 April 2011 dari Pertamina EP selaku pemilik proyek. Lingkup pekerjaan proyek ini adalah Central Processing Plant yang berada di Gundih, Blora Jawa Tengah dan direncanakan selesai dalam waktu 24 bulan.

Diraihnya kontrak baru tersebut juga sekaligus menambah daftar jumlah proyek yang sedang digarap oleh Adhi Karya tahun ini, antara lain PLTU 2x7 MW Tembilahan senilai Rp277 miliar, PLTU 3x7 MW Sintang senilai Rp357 miliar, Road [Widening] Toll Road Kebon Jeruk - Tangerang Barat senilai Rp131 miliar, Menara The Convergence Indonesia senilai Rp185 miliar, dan beberapa proyek lainnya.

Posisi Adhi Karya yang saat ini merupakan terbesar diantara BUMN konstruksi, dalam pelaksanaan pekerjaan EPC proyek-proyek pembangkit listrik, akan tetap berupaya memperkuat kompetensinya sehingga dapat lebih kompetitif terutama dalam memenangkan proyek-proyek pembangkit listrik lainnya.

Selain itu, diperolehnya proyek Gundih ini sesuai dengan strategi ADHI dalam memasuki bidang baru bisnis EPC yaitu oil & gas yang juga mempunyai pasar yang menjanjikan.
(E004)

Editor: Desy Saputra
Copyright © ANTARA 2011