Pergerakan tanah tersebut terus berulang setiap musim hujan
Wonosobo (ANTARA) - Pergerakan tanah di Dusun Karangtengah, Desa Sawangan, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, terulang lagi mengakibatkan sejumlah lahan pertanian ambles dan bangunan serta jalan retak, kata Kepala BPBD setempat Bambang Triyono.

Bambang di Wonosobo, Kamis, mengatakan kejadian pergerakan tanah di Dusun Karangtengah, Desa Sawangan, Kecamatan Leksono sudah beberapa kali dan kini terjadi lagi.

Ia menyebutkan kejadian pergerakan tanah bermula tahun 2005, kemudian pada 2015, dan 2019. Kejadian tersebut terulang lagi pada awal 2022 ini kondisi cukup parah dengan cakupan pergerakan luas sekitar 6 hektare dan tanah turun dengan kedalaman hingga enam meter.

"Pergerakan tanah tersebut terus berulang setiap musim hujan atau cuaca ekstrim dengan kondisi tanah yang labil," katanya.

Ia menyebutkan akibat kejadian pergerakan tanah tersebut berdampak pada jalan desa ambles sepanjang 60 meter dan tidak bisa dilewati. Dua ruangan SD Sawangan 2 tidak dapat difungsikan karena retak-retak dan kondisi bangunan miring.

Baca juga: BNPB siapkan alarm pendeteksi pergerakan tanah di Kota Jayapura

Baca juga: Korban pergerakan tanah di Palabuhanratu coba bertahan di rumahnya


Kemudian beberapa rumah penduduk mengalami retak-retak di Dusun Karangtengah dan Dusun Kalimanggis. Lahan persawahan dan perkebunan penduduk ambles dan muncul sumber mata air.

Menurut dia beberapa bangunan rumah yang mengalami retak-retak tersebut hingga saat ini masih ditempati warga.

"Kejadian pergerakan tanah ini sudah kami laporkan ke BNPB maupun ke Badan Geologi untuk dilakukan kajian. Hasil kajian nanti untuk menentukan kebijakan selanjutnya, apakah daerah tersebut masih aman atau tidak untuk permukiman," katanya. 

Baca juga: Kemensos siapkan tempat evakuasi korban pergerakan tanah di Sukabumi

Baca juga: Aparat lintas instansi tangani bencana pergerakan tanah di Kotabaru

 

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2022