Padang (ANTARA News) - Jumlah penumpang angkutan darat selama Lebaran Idul Fitri 1432 Hijriah diprediksi mengalami peningkatan hingga 10 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumbar, di Padang, Sabtu, menyatakan bahwa Dishub saat ini memprediksi akan terjadi peningkatan jumlah penumpang angkutan darat pada saat mudik dan arus balik yang di provinsi ini.

"Kita memprediksikan akan terjadi lonjakan pengguna angkutan darat, pada lebaran tahun ini, dibanding dengan tahun kemarin, di mana prediksi kita kenaikan akan mencapai 10 persen," kata Akmal.

Ia menambahkan, peningkatan volume pemudik tidak hanya yang pengguna bus, namun juga untuk kereta api antar daerah yang beroperasi di provinsi ini.

Dishub Sumbar memprediksi jumlah penumpang angkutan jalan seperti bus AKDP dan AKAP bisa mencapai 652.485 penumpang.

Angka terebut naik dari jumlah penumpang angkutan jalan pada tahun 2010 yang menurut pendataan Dishub hanya mencapai 593.168 penumpang.

Selain itu, untuk pengguna kereta api, Dishub Sumbar memprediksi akan mancapai 4.000 orang, atau naik dari jumlah pengguna kereta api pada lebaran tahun 2010 yang totalnya sebanyak 2.300 orang.

Untuk angkutan jalan Dishub memprediksi jumlah tersebut akan berlangsung selama H-7 lebaran hingga H+7, sedangkan untuk kerata api dari H-7 hingga H+9.

"Dishub Sumbar berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Organda, dan PT KAI akan menyiapkan armada antisipasi lonjakan penumpang tersebut," jelas Akmal.

Akmal menambahkan, untuk Bus AKAP bus yang dipersiapkan pada menyambut lebaran adalah 632 armada, lebih banyak dari tahun lalu yang hanya sebanyak 553 armada.

Sedangkan untuk AKDP pada tahun ini dipersiapkan 1.892 armada, meningkat dari Lebaran Idul Fitri 1431 Hijriah yang hanya 1.887 armada.

Jalur kereta api untuk lebaran ada tiga rute, yaitu dari Kota Padang menuju Pariaman, Padangpanjang menuju Sawahlunto, dan Sawahlunto menuju Muara Kalaban.

Kerata api wisata lebaran tersebut akan mulai dioperasikan mulai 31 Agustus 2011 hingga 6 September 2011.

Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2011