Banda Aceh (ANTARA News) - Sebanyak 16 klub yang tergabung dalam kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) telah dilebur ke sejumlah klub yang berlaga di kompetisi Liga Indonesia.

Ketua Umum PSSI Djohar Arifin di Banda Aceh, Sabtu, mengatakan, ke-16 klub LPI yang dilebur tersebut ada yang bergabung dengan Indonesia Super Liga (ISL) dan ada juga dengan klub divisi utama.

Djohar berada di Banda Aceh dalam rangka memediasi merger antara manajemen Aceh United (LPI) dan Persiraja (LSI).

Menurut dia, alasannya meminta agar klub yang berkompetisi di LPI ikut bergabung karena mereka memiliki lima syarat yang diminta oleh Komite Sepak Bola Asia (AFC) dalam pengembangan sepakbola profesional.

"Bila itu tidak dilakukan maka kompetisi liga Indonesia tidak diakui di tingkat intenasional," sebut Djohar.

Syarat utama yang diminta oleh AFC, kata dia, harus ada legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM serta berbadan usaha perseroan terbatas (PT).

Selama ini klub-klub yang mengikuti kompetisi sepak bola di Indonesia tidak memiliki itu, makanya mereka diajak untuk dileburkan, ujar Djohar.

"Untuk memaksimalkan proses mediasi antara klub peserta LPI dan peserta kompetisi PSSI tahun lalu bisa dileburkan, kami menggunakan sistem jemput bola agar segala masalah dapat segera teratasi," sebutnya.

Dia menambahkan, PSSI datang ke setiap klub memberikan penjelasan. Misalnya, untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Riau diundang ke Medan untuk membicarakannya.

Begitu juga dengan wilayah yang dekat dengan Jakarta diundang ke Jakarta, wilayah Sulawesi dan sekitarnya diundang ke Makasar, wilayah Jawa, Bali dan sekitarnya diundang ke Surabaya serta di Yogyakarta.

(ANT-286/R014)

 

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011