Jambi (ANTARA News) - Serangan hama penyakit layu terhadap tanaman pisang (layu fusarium) yang kerap terjadi di Jambi, terutama di sentra produksi pisang di Kabupaten Muarojambi saat ini sudah jauh menurun, setelah petani meneruskan teknik pengendalian hama yang diberikan para penyuluh. "Memang serangan layu fusarium itu sesekali masih muncul, tetapi dapat dikendalikan petani dengan menggunakan teknik pengendalian skala demplot," kata Kepala Balai Proteksi Tanaman dan Pengendalian Hama (BPTPH) Provinsi Jambi Ir Satria Gunawan, Minggu. Serangan-serangan hama layu tanaman pisang di Jambi selama ini akibat petani melakukan pengembangan tanaman secara tradisional dan tidak merawat tanaman dengan baik. Biasanya petani setelah menanam meninggalkan begitu saja sehingga ditumbuhi semak dan memiliki anakan cukup banyak. Padahal untuk mengantisipasi serangan hama itu, sekitar tanaman pisang harus sering dibersihkan, dan membuang sebagian anakan pisang agar tidak terlalu banyak. Itu juga sekaligus mengantisipasi serangan hama keong mas yang biasanya memakan daun. Kabupaten Muarojambi kini menjadi salah satu sentra produksi pisang kepok dan pisang lilin yang sangat digemari masyarakat Jambi, juga pemasok bahan baku usaha kripik pisang yang dikembangkan para perajin makanan atau industri kecil dan koperasi. Untuk mengendalikan berbagai jenis hama tanaman pisang itu, para penyuluh akan terus diturunkan melakukan demonstrasi pengendalian dan pemanfaatan teknologi pertanian moderen, katanya. Beberapa tahun lalu puluhan hektare tanaman pisang di Kabupaten Muarojambi terserang penyakit layu fusarium mengakibatkan banyak tanaman mati. Hama fusarium biasanya menyerang batang, ketika daun mulai layu setelah batang membusuk dan berwarna coklat. Namun itu bisa diatasi dengan cara memotong batang yang terdapat warna coklat, kemudian menguragi anakan agar hama tidak menyebar, serta dilakukan pemupukan kembali setelah bertunas.(*)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009