Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pendidikan Nasional dan TNI menjalin kerja sama perluasan layanan pendidikan di perbatasan, pulau terdepan/terluar, daerah terpencil, tertinggal, konflik, pascakonflik dan daerah korban bencana.

Nota kesepahaman (MoU) itu ditandatangani Mendiknas Mohammad Nuh dengan Panglima TNI Laksamana TNU Agus Suhartono, Rabu (7/9) di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, demikian siaran pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis.

Mendiknas mengatakan bahwa kerja sama dengan TNI ini memiliki nilai strategis. Menurut dia, tidak ada sejengkal wilayah pun di Indonesia tanpa ada TNI.

Sementara itu, lanjutnya, dari sisi manusianya, seluruh manusia Indonesia harus mendapatkan layanan pendidikan. "Kita bersepakat untuk memadukan dan mengoptimalkan mulai perluasan akses pendidikan anak usia dini sampai dengan kebahasaan," katanya.

Mendiknas juga menyampaikan, dengan MoU ini ia berharap TNI bisa dilibatkan untuk proses pembangunan atau rehabilitasi gedung sekolah yang rusak.

Sementara Panglima TNI mengatakan, keberhasilan pendidikan nasional menjadi salah satu bagian yang sangat strategis dan secara langsung berpengaruh terhadap terwujudnya ketahanan nasional yang kuat dan tangguh.

Hal ini, kata dia, mengingat pendidikan juga mempunyai arti signifikan dalam mencetak sumber daya manusia yang patriotis dan nasionalis.

"Saya menyambut gembira adanya kesepakatan antara Kemdiknas dengan TNI, yang bersinergi dengan kegiatan optimalisasi peran TNI." katanya. (D011)

Editor: Desy Saputra
Copyright © ANTARA 2011