Jakarta (ANTARA) - Pelatih Persija Sudirman sepakat dengan keputusan wasit yang memberikan kartu merah, hasil dua kali kartu kuning, kepada gelandangnya Syahrian Abimanyu pada laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2021-2022 kontra Borneo FC di Bali, Kamis (10/3).

"Apa yang didapatkan Abi (sapaan Syahrian-red) itu sudah selayaknya. Wasit memimpin pertandingan ini dengan baik," ujar Sudirman dalam konferensi pers virtual usai pertandingan, diikuti di Jakarta.

Syahrian Abimanyu mendapatkan dua kartu kuning dari wasit Thoriq Alkatiri, masing-masing pada menit ke-40 dan 71, yang membuatnya mesti meninggalkan lapangan ketika teman-temannya tengah berjuang mengejar ketinggalan dari Borneo FC.

Baca juga: Sudirman bertanggung jawab atas tiga kekalahan beruntun Persija

Meski begitu, penampilan Syahrian sejatinya tidak buruk pada laga tersebut. Pemain tim nasional Indonesia itu menjadi pencetak satu-satunya gol Persija dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan sang lawan.

Sudirman juga tidak menilai negatif performa Syahrian. Akan tetapi, juru taktik berusia 52 tahun itu meminta gelandang yang baru bergabung dengan Persija pada putaran kedua Liga 1 Indonesia 2021-2022 tersebut untuk belajar dari kesalahan.

"Ini menjadi pelajaran, juga bagi kami semua, untuk bermain lebih baik lagi," tutur Sudirman.

Baca juga: Fakhri: Kemenangan atas Persija hadiah ulang tahun Borneo dan Sihran

Persija takluk dengan skor 1-2 dari Borneo FC pada laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2021-2022 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (10/3) malam.

Satu-satunya gol Persija dicetak oleh Syahrian Abimanyu, sementara gol Borneo dibuat Wahyudi Hamisi dan Jonathan Bustos.

Hasil tersebut membuat Persija dan Borneo FC tak beranjak dari posisi mereka sebelumnya di klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2021-2022.

Persija tetap berada di peringkat ketujuh dengan 38 poin dari 29 pertandingan. Adapun Borneo tepat di atasnya dengan koleksi 45 poin dari 30 laga.

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2022