counter

Pembangunan venues SEAG harus dikebut

Pembangunan venues SEAG harus dikebut

Pekerja melakukan pengerjaan lapangan petanque tempat permainan khas Thailand untuk Sea Games mendatang dikawasan olahraga Jakabaring, palembang, Senin (12/9). Pengerjaan lapangan ini telah mencapai hampir 70 persen dan diperkirakan akan selesai pada akhir September mendatang. (FOTO ANTARA/Feny/Koz/11)

Palembang (ANTARA News) - Pembangunan arena pertandingan (venues) SEA Games XXVI yang belum rampung harus dikebut penyelesaiannya, karena pada Oktober 2011 sudah mulai dilaksanakan uji coba sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan di Palembang, Sumatera Selatan.

Memang ada beberapa venues yang belum selesai pembangunannya, kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Ahmad Yani di Palembang, Senin.

Menurut dia, dari informasi yang diterima Komisi IV DPRD Sumsel beberapa venues belum selesai dibangun seperti aquatik, atletik dan menembak.

Akan tetapi, ada beberapa veneus juga yang sudah selesai dibangun seperti tenis dan voli, katanya.

Ia mengatakan, venues yang belum selesai itu, harus dikebut pembangunannya jangan sampai tidak selesai tepat waktu.

"Kita mendengar sudah ada penambahan tenaga kerja untuk mempercepat penyelesaian pembangunan," ujar dia

Ia menyatakan, Komisi IV DPRD Sumsel sudah merencanakan untuk mengecek pembangunan venues tersebut, tetapi mengingat padatnya jadwal sehingga sampai kini belum terealisasi.

Secepatnya mereka akan membuat agenda untuk mengecek pembangunan venues di Jakabaring Sport City (JSC) tersebut, papar dia.

Ia juga menuturkan, mereka ingin tahu ada persoalan apa, sehingga pembangunannya belum selesai.

Jadi, mereka juga ingin mendapatkan informasi, berapa persen kemajuan fisiknya dan berapa persen keterlambatannya, kata politisi Partai Demokrat tersebut.

Ia berharap, pembangunan venues SEA Games itu dapat selesai sebelum pesta olahraga dua tahunan negara-negara Asia Tenggara tersebut dilaksanakan pada 11-22 November mendatang. (SUS/M033/K004)

Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar