IHSG dibuka naik

IHSG dibuka naik

Seorang pialang melakukan transaksi saham di Jakarta. (ANTARA/Puspa Perwitasari)

Jakarta (ANTARA News) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indoensia (BEI) Jumat pagi naik 0,86 persen searah dengan menguatnya saham-saham regional.

IHSG dibuka naik 32,80 poin ke posisi 3.807,13, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) juga naik 8,14 poin atau 1,23 persen ke posisi 667,89 poin.

Analis saham Samuel Sekuritas Christine Salim di Jakarta, mengatakan, bursa Asia Jumat pagi ini yang dibuka menguat cukup signifikan lebih dari satu persen memberi dampak positif pada indeks BEI.

"Penguatan bursa regional dan juga koreksi yang telah cukup signifikan menjadikan IHSG dibuka `rebound` hari ini. IHSG sendiri terus mengalami koreksi dengan return minus 5,7 persen dan `underperform` terhadap bursa regional," kata dia.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 369,17 poin (1,91 persen) ke level 19.548,54, indeks Nikkei-225 naik 150,83 poin (1,74 persen) ke level 8.819,69, dan Straits Times menguat 31,03 poin (1,13 persen) ke level 2.796,43.

Selain itu, lanjut Christine, stabilnya nilai rupiah menjadi salah satu sentimen positif bagi indeks BEI dapat bergerak di area positif.

Ia memperkirakan, saham Astra International (ASII), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA), dan Gudang Garam (GGRM) diekspektasikan berpeluang menguat hari ini.

Analis Milenium Danatama Sekuritas, Abidin menambahkan, peluang IHSG untuk rebound pada perdagangan hari ini terbuka seiring meredanya tekanan.

"Selain itu dorongan positif bursa regional diharapkan berimbas positif ke indeks yang selama lima hari berturut-turut mengalami koreksi," ujar dia.

Ia menambahkan, hal ini juga tercermin dari indikator Stochastic yang berpotensi berbalik arah di area jenuh jual (oversold) serta berpotensi juga membentuk pola "golden cross".

"Kini semua sektor telah memasuki area `oversold`. Namun demikian tetap perlu dicermati tekanan jual asing yang masih cukup kuat selama pekan ini yang membukukan transaksi `net selling` senilai Rp3,643 triliun," kata dia.
(ZMF)

Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar