Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempercepat pengembangan produk inovasi kesehatan menuju hilirisasi dengan menyediakan fasilitasi skema Pengujian Produk Inovasi Kesehatan (PPIK) menuju hilirisasi.

"Dengan skema PPIK, kita bisa mempercepat siklus dari proses uji produk ini, baik yang uji klinis, praklinis maupun uji yang lain, sehingga kita bersama-sama bisa mempercepat proses hilirisasi dari produk-produk inovasi kesehatan yang banyak dilakukan oleh para periset kita di Tanah Air," kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dalam Webinar Fasilitasi dan Pendanaan Riset dan Inovasi (Walidasi) Edisi Fasilitasi Pengujian Produk Inovasi Kesehatan (PPIK) Batch 1 2022 di Jakarta, Selasa.

Fasilitasi pendanaan PPIK merupakan salah satu komitmen BRIN terhadap pengujian produk inovasi kesehatan pada uji klinis atau uji praklinis yang membutuhkan anggaran cukup besar.

Baca juga: BRIN fasilitasi uji klinis implan tulang hingga obat fitofarmaka

Handoko menuturkan percepatan pengembangan dan proses hilirisasi produk inovasi kesehatan, seperti obat dan alat kesehatan akan berdampak positif untuk negara dan masyarakat Indonesia, terutama bagi kemandirian dan kemajuan bangsa.

"Kita akan semakin berdikari (mandiri), akan mampu memproduksi mengembangkan dan juga memproduksi berbagai alat kesehatan, obat, vaksin dan seterusnya secara mandiri," tuturnya.

Handoko mengatakan pengembangan obat dan vaksin menjadi salah satu perhatian pemerintah Indonesia, begitu juga dengan bahan baku obat yang saat ini masih sangat bergantung pada impor.

Padahal, Indonesia memiliki sumber daya bahan alam lokal, yakni biodiversitas di laut maupun di darat yang melimpah dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi berbagai obat dan bahan baku obat ke depannya.

Baca juga: BRIN perkenalkan produk riset dan inovasi kesehatan-pangan pada publik

Baca juga: BRIN perkuat riset pengujian produk kesehatan


Oleh karenanya, BRIN mendukung pengembangan berbagai produk inovasi kesehatan dan mengajak berbagai pihak termasuk periset, universitas dan industri untuk memanfaatkan semua skema pendanaan dan fasilitasi riset dan inovasi yang telah disiapkan BRIN, salah satunya adalah PPIK.

Handoko berharap keberadaan skema PPIK dapat semakin memotivasi periset dan industri untuk melakukan riset dan inovasi yang menghasilkan produk kesehatan yang siap untuk dihilirisasi dan dikomersialiasi.

"BRIN siap memfasilitasi kedua pihak (periset dan industri), sehingga industri semakin termotivasi untuk mencari dan memanfaatkan hasil-hasil riset dari teman-teman kita," ujarnya.

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2022