Frankfurt (ANTARA) - Saham-saham Jerman ditutup sedikit lebih rendah pada perdagangan Selasa waktu setempat (15/3/2022), berbalik melemah dari kenaikan dua hari berturut-turut, dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt terkikis 0,09 persen atau 11,84 poin, menjadi menetap di 13.917,27 poin.

Indeks DAX 40 menguat 2,21 persen atau 301,00 poin menjadi 13.929,11 poin pada Senin (14/3/2022), setelah terangkat 1,38 persen atau 186,01 poin menjadi 13.628,11 poin pada Jumat (11/3/2022), dan tergelincir 2,93 persen atau 405,83 poin menjadi 13.442,10 poin pada Kamis (10/3/2022).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, sebanyak 14 saham berhasil membukukan keuntungan, sementara 26 saham lainnya mengalami kerugian.

Bursa Efek Frankfurt terhitung sejak 20 September 2021 secara resmi memperluas komponen indeks DAX 30 menjadi 40 saham atau menjadi indeks DAX 40.

Baca juga: Saham Jerman berakhir negatif, indeks DAX 40 tergelincir 405,83 poin
Delivery Hero SE, sebuah perusahaan penyedia layanan pemesanan dan pengiriman makanan secara daring mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya kehilangan 2,66 persen.

Disusul oleh saham perusahaan e-commerce multinasional Jerman Zalando SE yang merosot 2,50 persen, serta perusahaan manufaktur produk kimia industri, komersial dan konsumen multinasional Jerman Henkel AG & Co. KGaA melemah 1,98 persen.

Di sisi lain, Mercedes-Benz Group AG, grup perusahaan industri otomotif terkemuka Jerman terangkat 2,27 persen, merupakan pencetak keuntungan paling banyak (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham perusahaan pemasok energi internasional E.ON SE yang menguat 1,65 persen, serta perusahaan penyelenggara perdagangan saham dan sekuritas lainnya Deutsche Borse AG bertambah 1,28 persen.

Baca juga: Saham di Jerman ditutup di zona hijau, indeks DAX 40 naik 2,21 persen
Baca juga: Saham Jerman berbalik menguat, Indeks DAX 40 melambung 1,38 persen


Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Mulyo Sunyoto
Copyright © ANTARA 2022