Jakarta (ANTARA News) - Muhammadiyah sangat menyesalkan keputusan Amerika Serikat yang menggunakan hak veto terhadap Palestina yang berniat masuk sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin.

"Kami sangat menyesalkan keputusan AS, seharusnya solusi dua negara sudah dapat menjadi kenyataan dan itu juga memang ide AS sendiri," kata Din kepada ANTARA seusai pertandingan futsal persahabatan antara PP Muhammadiyah melawan Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Kamis.

Menurut Din, jika Israel telah diakui dunia, maka Palestina juga harus diakui agar hal itu berkeadilan.

"Itu menandakan standar ganda AS masih diberlakukan dan apa yang dinyatakan Obama dalam pidatonya di Kairo ternyata hanya omong belaka. Ini seharusnya menjadi penyelesaian yang tidak ada alasan untuk gagal," tegas Din.

Muhammadiyah berharap pemerintah Republik Indonesia konsisten dan konsekuen dalam memperjuangkan hak-hak Palestina di dunia internasional.

"Bila perlu Indonesia berada di garda depan memperjuangkan masuknya Palestina sebagai anggota PBB," kata Din.

Din mengatakan, jika keputusannya adalah Palestina tetap tidak bisa masuk ke dalam keanggotaan PBB, maka hal itu akan mempengaruhi hubungan antara negara-negara Islam dengan AS.

"Nasib ya tinggal nasib, tapi hal itu pasti akan mempengaruhi hubungan baik negara-negara Islam dengan Barat khususnya AS yang seharusnya bisa berkeadilan," kata Din.

Baru-baru ini menurut Din, sejumlah menteri-menteri Palestina memutuskan, jika ada pengakuan bagi negara Palestina maka negara-negara Islam akan mengakui Israel.

"AS harus buktikan pidato Obama yang menyatakan ingin membuka hubungan dengan dunia Islam dan inilah saatnya," tegas Din.
(L.E007*Z002)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011