Jayapura (ANTARA News) - Tokoh pemuda Papua yang juga Ketua Himpunan Pemuda Pembangunan Indonesia Kota Jayapura, Hendrik Yance Udam meminta seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi adanya aksi bom bunuh diri di depan gereja Gereja (GBIS) Kepunton, Solo, Jawa Tengah, pada Minggu (25/9).

Aksi pemboman itu menurut dia sangat menyakiti hati termasuk di tanah Papua dan juga dapat merusak tatanan kehidupan seluruh dataran tanah pertiwi ini.

"Jangan kita terprovokasi oleh aksi seperti ini, tapi mari gandeng tangan melawannya," katanya kepada pers di Jayapura, Senin.

Menurut Hendrik Yance Udam (HYU) yang juga wakil ketua bidang Politik, Hukum dan Keamanan pada Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kota Jayapura, ada akctor intelektual yang dengan sengaja menggunakan isu agama untuk mengacaukan NKRI, dengan harapan bisa memecah belah bangsa yang besar ini.

"Tetapi tentunya masyarakat Indonesia terutama di Papua sudah sangat dewasa dan tak mudah terhasut dengan berbagai macam upaya memecah belah kesatuan, apalagi menggunakan isu agama," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, HYU juga berharap aparat penegak hukum agar segera mengungkap tuntas kasus pemboman itu, dan menghukum berat aktor intelektualnya.

"Keyakinan agama manapun tidak pernah mengajarkan kekerasan kepada orang lain, ya tindakan ini tergolong perbuatan terorisme yang harus diusut tuntas oleh aparat keamanan, dan pelakunya harus diberi ganjaran hokum yang setimpal," ujarnya.

HYU juga meminta kepada seluruh pemimpin umat beragama di Papua harus benar benar memproteksi umatnya untuk tetap tenang dan terus menjaga kerukunan hidup yang selama ini sudah terjalin dengan sangat baik di Tanah Papua.

"Mari bersama jaga Papua Tanah Damai ini dengan baik dan hindari hal yang tidak kita inginkan bersama," paparnya.
(T.KR-MBK/M027)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011