Jerusalem (ANTARA News) - Kepolisian Israel mengatakan pada Kamis mereka telah menangkap seorang tersangka dalam serangan dengan cara membakar satu masjid di bagian utara Israel setelah satu perintah pengadilan tentang rincian penahanannya dicabut.

Tersangka itu, yang ditahan pada Senin beberapa jam setelah serangan itu, muncul di pengadilan di Kfar Saba dekat Tel Aviv tempat penahanannya diperpanjang hingga 11 Oktober, kata juru bicara kepolisian Micky Rosenfeld tanpa memberi rincian mengenai identitasnya.

Laporan-laporan yang disiarkan media Israel menyebutkan tersangka adalah seorang pemuda Yahudi yang berusia 18 tahun. Dia berasal dari kawasan Galilee dan ditahan di Tepi Barat tempat dia menghadiri seminari.

Serangan itu, yang terjadi menjelang fajar pada Senin, dilakukan sejumlah penyerang. Mereka membakar masjid itu di Tuba Zangaria, kota suku Badui, 10 kilometer sebelah utara Laut Galilee. Masjid itu rusak berat dan kitab suci Al Quran hancur akibat kabakaran itu.

Para pelaku juga menuliskan kata-kata di dinding yang isinya menyerang warga Palestina dan Arab.

Penyerangan terhadap masjid itu, yang memicu gelombang kutukan dari masyarakat internasional, diyakini merupakan pekerjaan para ektrimis Yahudi. (M016/M014)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2011