Denpasar (ANTARA News) - Murid dan guru SMK Negeri 2 Denpasar yang menjadi korban gempa berkekuatan 6,8 pada skala Ricther memulai akivitasnya di sekolah dengan bersembahyang bersama untuk mengatasi trauma pascabencana.

"Sebelum pelajaran, kami melakukan persembahyangan bersama yang dimaksudkan untuk memberi ketenangan bagi siswa-siswa agar mereka tidak lagi memikirkan peristiwa lalu yang membuat trauma," kata Sekolah SMK Negeri 2 Denpasar I Wayan Sarjana.

Seusai bersembahyang bersama, para siswa juga diberikan pencerahan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

"Sembahyang ini bisa membersihkan diri sehabis gempa kemarin supaya perasaan bisa lebih tenang dan bisa belajar lagi seperti biasanya dan tidak memikirkan hal-hal yang mencemaskan," kata Adi Krisna, siswa SMK Negeri 2 Denpasar.

Bangunan SMK Negeri 2 Denpasar runtuh saat diguncang gempa 6,8 SR, Kamis (13/10) lalu. Sekolah itu disebut-sebut sebagai tempat yang mengalami dampak terparah dalam peristiwa gempa.
(PWD/M038)

Editor: Desy Saputra
Copyright © ANTARA 2011