Mataram (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta keterlibatan elemen di luar pemerintah atau pihak swasta untuk pembangunan proyek infrastruktur yang bersifat komersial.

Hal itu disampaikan Presiden saat meresmikan bandara internasional Lombok di Nusa Tenggara Barat, Kamis siang.

Kepala Negara memuji konsep pembiayaan pembangunan Bandara Internasional Lombok yang melibatkan Angkasa Pura I.

"Ini bisa menjadi model atau contoh yang baik," ujarnya memuji keterlibatan BUMN.

Bandara Internasional Lombok (BIL) adalah bandara internasional baru yang akan menggantikan fungsi Bandara Selaparang di Nusa Tenggara Barat.

Kawasan BIL dengan luas areal 551 hektare itu memiliki landasan pacu 2.750 meter x 40 meter persegi, sehingga mampu didarati pesawat Airbus 330 atau Boeing 767 dan dapat menampung 10 unit pesawat.

Berbeda dengan Bandara Selaparang Mataram yang luas arealnya hanya 28.881 meter persegi, maka Terminal penumpang BIL seluas 21 ribu meter persegi, atau empat kali lipat lebih luas terminal Bandara Selaparang Mataram yang hanya 4.796 meter persegi.

Kapasitas tampung terminal penumpang BIL mencapai tiga juta orang setahun, dengan luas areal parkir 17.500 meter persegi. Berbeda dengan Bandara Selaparang Mataram yang hanya 7.334 meter persegi.

Turut hadir dalam acara peresmian bandara internasional itu antara lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreaktif Mari Elka Pangestu, Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo dan Jaksa Agung Basrief Arief.

Hadir juga Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Menlu Marty Natalegawa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Seskab Dipo Alam.

Tampak juga dalam acara tersebut mantan wakil presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla.
(T.G003/A011)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011