Mataram (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan PM Malaysia Najib Razak di Nusa Tenggara Barat, Kamis sore, menyaksikan penandatanganan dua protokol amandemen Nota Kesepahaman kerjasama Indonesia-Malaysia.

Kedua protokol amandemen itu adalah amandemen bagi kesepahaman penghindaran pajak berganda dan nota kesepahaman kerjasama bilateral dan komoditas.

Protokol amandemen itu ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan timpalannya dari Malaysia.

Kedua Kepala Pemerintahan melakukan konsultasi bilateral tahunan di kawasan Mandalika, NTB, yang diawali dengan jamuan makan siang.

Sejumlah agenda dalam konsultasi tahunan itu antara lain adalah kemajuan kesepakatan Batas Laut Teritorial Sementara di Laut Sulawesi, kesejahteraan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, yang terangkum dalam Nota Kesepahaman mengenai Rekrutmen dan Penempatan Tenaga Kerja Rumah Tangga Indonesia serta pembentukan Pusat Pembelajaran Masyarakat.

Dalam pidatonya seusai pertemuan konsultasi tahunan, Presiden Yudhoyono dan PM Razak menyatakan kesediaan kedua belah pihak untuk bekerja sama menyelesaikan setiap permasalahan dengan semangat bersama untuk mengelola hubungan baik.

Turut mendampingi Presiden dalam konsultasi tersebut antara lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo, Panglima TNI dan Staf Khusus Presiden bidang Luar Negeri Teuku Faizasyah.

(G003/D011)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011