Banda Aceh (ANTARA News) - Sebanyak 13 negara akan berpartisipasi dalam kegiatan lokakarya tentang kebencanaan di Kota Banda Aceh selama lima hari sejak 23 Oktober 2011.

"Sebanyak 17 peserta dari 13 negara sudah memastikan partisipasinya dalam lokakarya kebencanaan itu," kata Ketua Divisi Pelayanan Profesional Pusat Riset Tsunami dan Mitigasi Bencana (TDRMC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Teuku Alvisyahrin di Banda Aceh, Sabtu.

TDRMC atau Tsunami and Disaster Mitigation Research Center adalah sebuah lembaga yang terbentuk pascatsunami yang berpusat di perairan laut Samudera Hindia pada 26 Desember 2004.

Lokakarya tentang kebencanaan itu terselenggara atas kerja sama Direktorat Kerja Sama Teknik Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri dengan TDMRC Unsyiah dan Colombo Plan.

Ke-13 negara yang berpartisipasi dalam workshop itu masing-masing Chile, Afghanistan, Bhutan, Fiji, India, Laos, Maladewa, Myanmar, Pakistan, Samoa, Sri Lanka, dan Vietnam serta dua peserta dari Indonesia.

Lokakarya tersebut akan dibuka oleh Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Andri Hadi pada 24 Oktober 2011 di Gedung Utama Museum Tsunami Aceh di Kota Banda Aceh.

Asisten ahli unit kerja presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Nirarta Samadhi juga dipastikan hadir dalam pembukaan dan sebagai pembicara kunci dalam lokakarya tersebut.

Lokakarya diawali dengan penanaman bakau di pantai Ulee Lheue Kota Banda Aceh pada 23 Oktober 2011 dan diikuti oleh perwakilan negara sahabat, organisasi internasional, peserta pelatihan, Pemda Aceh, Pemda Kota Banda Aceh, aktivis lingkungan, pelajar dan masyarakat sekitar pantai.

Melalui lokakarya international tentang kebencanaan itu diharapkan para peserta dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai manajemen risiko bencana dan kesiapsiagaan bencana, kata Alvisyahrin.

Selain itu peserta juga saling memperkenalkan kearifan lokal dalam menghadapi ancaman bencana alam.

Indonesia terus menunjukan upaya dan berkomitmen meningkatkan kerja sama internasional melalui berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam menangani berbagai bentuk bencana alam kepada sesama negara berkembang, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi serta mempercepat upaya pemulihan pascabencana, katanya.

(T.A042/N002)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011