Lebak (ANTARA News) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak hingga sekarang masih dijaga polisi bersenjata lengkap untuk mengamankan logistik pemilihan kepala daerah Provinsi Banten.

"Petugas yang mengamankan KPU itu hingga selesai pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten," kata Koordinator Keamanan Iptu Cecep di Rangkasbitung, Senin.

Cecep mengatakan, selama 24 jam petugas memberikan pengamanan logistik di KPU untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebab pascapemilihan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten perlu pengamanan, terutama logistik dan kartu suara.

Pengamanan diberlakukan secara bergantian dengan petugas dan setiap piket dijaga sebanyak tiga orang.

Mereka petugas dilengkapi dengan senjata laras berjenis SS produksi Thailand.

"Kami memerintahkan petugas jangan sampai meninggalkan KPU saat melaksanakan tugas pengamanan," katanya.

Ia mengatakan, selama ini pengamanan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Banten berjalan kondusif dan damai.

Bahkan, kata dia, pascapenghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) tidak ada gangguan maupun hambatan.

"Penghitungan suara berjalan lancar dan tidak ada masalah," ujarnya

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak Agus Sutisna mengatakan, pihaknya hingga kini belum menerima laporan adanya gangguan pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.

Pelaksanaan Pilkada Banten secara keseluruhan berlangsung aman dan damai.

Pemilihan umum di kawasan Suku Baduy juga berjalan tertib dan damai.

"Saya yakin pemilihan calon pemimpin Banten di Kabupaten Lebak tidak ada hambatan dan kendala," ujarnya.

(KR-MSR/E001)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011