Islamabad (ANTARA News/Reuters) - Para pejabat Pakistan pada Senin membantah laporan sebuah surat kabar Jerman bahwa dinas rahasia negara itu telah memata-matai pasukan keamanan Jerman di Afghanistan.

Tanpa menyebut sumber-sumbernya, mingguan bertiras besar Bild am Sonntag melaporkan pada Ahad bahwa badan intelijen asing BND Jerman telah memperingatkan kementerian dalam negerinya bahwa Pakistan telah memata-matai 180 pejabat polisi Jerman yang dikerahkan di Afghanistan untuk melatih personel keamanan setempat.

Seorang pejabat kementerian luar negeri Pakistan, yang minta untuk tidak disebutkan jati dirinya, melukiskan laporan itu sebagai "menggelikan" dan "tak berdasar". Juru bicara militer Pakistan Mayor Jendral Athar Abbas mengatakan laporan itu tidak bernilai untuk dikomentari.

Bild am Sonntag mengatakan panggilan telpon pribadi, pesan ke kementerian dalam negeri Jerman, perintah misi militer dan daftar pejabat polisi telah dicegat, sehingga menimbulkan kekhawatiran informasi sensitif dapat berakhir di tangan Taliban.

Amerika Serikat telah lama menduga Pakistan, atau elemen-elemen dalam badan intelijen militer Inter-Services Intelligence (ISI), telah membantu kelompok gerilyawan itu dalam upaya untuk meningkatkan pengaruhnya di Afghanistan, khususnya setelah tentara NATO pergi pada 2014.

Islamabad telah mendapat khususnya tekanan hebat untuk memerangi gerilyawan garis keras sejak pasukan khusus AS membunuh Osama bin Laden pada Mei lalu di sebuah kota di Pakistan, tempat ia tampaknya telah tinggal selama bertahun-tahun.

Laksamana Mike Mullen mengatakan sebelum pensiun sebagai pemimpin para kepala staf gabungan bulan lalu bahwa sebuah kelompok militan yang telah menyerang sasaran-sasaran AS di Afghanistan adalah "benar-benar tangan" intelijen Pakistan.

Kementerian dalam negeri Jerman mengatakan pada Reuters bahwa yang diduga sebuah email BND Jerman telah dicegat tapi tidak dapat memberikan konfirmasi. Kementerian itu menambahkan bahwa mereka tidak mengetahui pencegatan komprehensif data polisi Jerman.

BND menolak mengomentari mengenai laporan mingguan Bild am Sonntag Jerman itu.

Pakistan menyatakan mereka telah berkorban lebih banyak dari negara lainnya yang bergabung dengan perang atas teror AS setelah serangan 11 September 2001 di Amerika.
(Uu.S008/H-AK)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2011