Ciamis (ANTARA News) - Imigran korban yang selamat maupun tewas dari peristiwa kapal kayu tenggelam diperairan laut Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (1/11), keberadaannya di wilayah Kabupaten Ciamis masih dikoordinasikan antara Imigrasi dan Kepolisian.

"Yang selamat kita sedang bicarakan dengan imigrasi. Kepolisian ke imigrasi dan akan diurus bersama-sama," kata Kapolsek Pangandaran, AKP Sugiarto saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu.

Imigran yang selamat dari peristiwa kapal tenggelam, tercatat sebanyak 45 orang sementara ditampung di markas Polairud dan pos TNI Angkatan Laut Pantai Pangandaran dan sebagian dirawat di Puskesmas Pangandaran dan RSUD Ciamis.

Sedangkan delapan orang korban tewas, kata Sugiarto belum dapat diketahui akan dimakamkan dimana karena menunggu keputusan dari pihak yang lebih berwenang dalam menangani warga imigran.

"Korban tewas akan dimakamkan belum tahu, jadi belum ada kesimpulan itu," jelas Sugiarto.

Terkait masih adanya imigran asal negara Pakistan, Iran dan Afganistan yang menumpang kapal tenggelam tersebut, kata Sugiarto berdasarkan pengakuan dari korban selamat masih ada, namun jumlahnya belum diketahui.

Petugas gabungan terdiri dari kepolisian, TNI, Balawista, nelayan, kata Sugiarto terus berusaha melakukan pencarian korban diperairan laut Pangandaran.

Proses pencarian pada hari kedua, Rabu, kata Sugiarto petugas gabungan berhasil menemukan satu orang anak warga negara Iran di perairan laut Cimerak atau tidak jauh dari lokasi tenggelamnnya kapal.

Seorang korban anak laki-laki yang baru ditemukan yakni Mahdi Ali Moradi (9), kata Sugiarto tercatat jumlah imigran yang tewas bertambah menjadi delapan orang.

Sebelumnya korban tewas tercatat tujuh orang yakni Farah Darfa (44), Farang Farizadeh (52), Bahareh (31), Fahelah Sadah Kelantari (29), kemudian anak-anak Mahdiyah Alimadod (12), Vary Kandan Poor (2) dan Sagondol Razizadah (2) seluruhnya warga negara Iran.

Sementara itu kapal pengangkut imigran tersebut berangkat dari Majingklak, Kabupaten Ciamis, Selasa (1/11) pukul 03.00 WIB yang akan menuju ke Australia.

Namun pertengahan jalan kapal kayu berukuran 2x7 meter mengalami bocor sehingga kapal yang ditumpangi para imigran dan tiga orang ABK asal Nusa Tenggara Timur tersebut tenggelam bersama kapal.
(U.KR-FPM/Y003)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011