Jakarta (ANTARA) -
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan angka kesembuhan COVID-19 bertambah 4.635 orang hingga 20 April 2022, pukul 12.00 WIB.

 
 
Data Satgas COVID-19 yang diterima di Jakarta, Rabu menyebutkan dengan tambahan angka kesembuhan itu, maka total kesembuhan COVID-19 sejak Maret 2020 hingga kini berjumlah 5.840.945 orang.

 
 
Satgas mencatat, tambahan angka kesembuhan COVID-19 terbanyak di Provinsi DI Yogyakarta 2.368 orang, Sumatera Barat 930 orang, Jawa Barat 412 orang, DKI Jakarta 265 orang dan Jawa Tengah 233 orang.

 
 
Sementara itu tercatat, tambahan kasus harian COVID-19 mencapai 741 orang. Provinsi yang menjadi penyumbang tambahan kasus terbanyak adalah DKI Jakarta dengan 231 kasus, Jawa Barat 158 kasus, Banten 85 kasus, Jawa Tengah 57 kasus, dan Jawa Timur 41 kasus.

 
 
Dengan adanya tambahan kasus harian itu, maka total kasus terkonfirmasi positif sejak Maret 2020 berjumlah 6.042.010 orang.

 
 
Untuk tambahan kasus meninggal tercatat 37 orang, terbanyak di Provinsi Jawa Tengah sembilan orang, Jawa Timur tujuh orang, Jawa Barat empat orang, DI Yogyakarta tiga orang, dan DKI Jakarta, Lampung, Kalimantan Selatan serta Aceh, masing-masing dua orang.

 
 
Satgas COVID-19 juga mencatat, jumlah kasus aktif, yakni penderita COVID-19 yang masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri, pada hari ini sebanyak 45.091 orang, turun 3.931 orang dibandingkan hari sebelumnya Selasa (19/4).

 
 
Selain itu terdapat pula 4.799 orang yang masuk dalam kategori suspek.

 
 
Hasil tersebut didapat Satgas COVID-19 setelah dilakukan pengujian pada hari ini terhadap 133.105 spesimen dari 101.730 orang yang diperiksa di ratusan jaringan laboratorium di seluruh Indonesia.

 
 
Satgas juga mencatat tingkat positif spesimen harian adalah 1,06 persen dan untuk tingkat positif orang harian adalah 0,73 persen.

 
 
Secara terpisah, pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan perlu ada pergeseran strategi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), menyusul hasil survei antibodi masyarakat terhadap COVID-19 yang saat ini relatif tinggi.

 
 
"Apakah PPKM skala prioritas? Saya kira sudah bergeser sekarang. PPKM banyak indikator penilaian yang dilihat, seperti peningkatan kasus, hospitalisasi, kematian dan sebagainya. Dengan penurunan kasus yang konsisten, PPKM jadi tidak optimal lagi," katanya.

 
 
Pandu mengatakan hasil serosurvei antibodi masyarakat di 21 kota/kabupaten Pulau Jawa-Bali dilaporkan mempunyai antibodi SARS CoV-2 sebesar 99,2 persen.

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Masuki M. Astro
Copyright © ANTARA 2022