counter

Kemristek, google, yahoo, microsoft jalin kerja sama

Kemristek, google, yahoo, microsoft jalin kerja sama

Ilustrasi Internet (Istimewa)

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Riset dan Teknologi bersama Google, Yahoo, Microsoft, dan komunitas teknologi informasi dan komunikasi dalam negeri berkomitmen untuk bekerja sama meningkatkan akses masyarakat Indonesia terhadap TIK.

"Di sini telah berkumpul Google, Yahoo, Microsoft, komunitas TIK, komunitas open source dan pemerintah. Mari bekerja sama meningkatkan akses masyarakat kepada TIK dan internet," kata Asisten Deputi Iptek Industri Strategis Kemristek Kemal Prihatman pada diskusi tentang "Dukungan Komunitas terhadap Pengembangan Inovasi TIK" di Jakarta, Jumat.

Diskusi tersebut juga dihadiri antara lain oleh Country Lead Public Policy and Goverment Affair Southeast Asia Google Mike Orgill, Country Manager Yahoo Indonesia Pontus Sonnersteds, Director of Corporate Affair Microsot Indonesia Chrisma Albanjar, Direktur Jenderal Aplikasi Telematika Kemenkominfo Aswin Sasongko, pegiat TIK Nasional Onno W Purbo, Ketua Umum Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) Betty Alisjahbana, Ketua ICT Watch Donny BU, dan komunitas lainnya.

Kerja sama tersebut, lanjut Kemal, misalnya pemerintah yang membangun infrastruktur dan memberi insentif kepada pelaku TIK, Yahoo meminjamkan peralatan dan kendaraan untuk bermobilitas, atau Google memberi pelatihan UKM. "Kita perlu sama-sama bergerak dan bersinergi," katanya.

Indonesia, katanya, memang sedang mengembangkan kluster Indonesia Science Technology Park (ISTP) di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong yang luasnya 460 ha di mana sudah berdiri menara untuk uji Broadband Wireless Access (BWA) dan 30 lab iptek yang akan disusul lab TIK.

"Jangan takut mereka menjajah, atau berpandangan mereka sebagai musuh. Tapi bagaimana kita bisa bermitra dan bisa memanfaatkan kelebihan mereka. Sementara mereka juga mendapat pasar. Daripada dilepas nanti mereka main sendiri-sendiri," kata Kemal.

Ia mengatakan, pihaknya sedang menyusun kegiatan TIK nasional ke arah pengembangan konten yang dirasa masih kurang.
(D009)

Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar