Jakarta (ANTARA News) - PT Indofarma Tbk (INAF) berencana memperluas pasar ekspor dengan menargetkan penjualan sebesar 3-4 juta dolar AS pada 2012.

Direktur Riset PT Indofarma Tbk Elviano Rizaldi di Jakarta Rabu mengatakan, penjualan dari pasar ekspor diprediksi dapat mencapai 3-4 juta dolar AS pada 2012. Sementara untuk tahun ini diperkirakan mencapai 2,4 juta dolar AS.

"Negara tujuan ekspor obat-oabatan yaitu Kamerun, Vietnam. Sementara Kamboja masih dalam proses registrasi," kata dia.

Ia mengaku, pihaknya belum masuk ke pasar ekspor Amerika Serikat dan Eropa dikarenakan memerlukan standar yang cukup tinggi. Perseroan harus memperoleh sertifikat PQ WHO agar dapat menjual produk ke seluruh dunia.

"Memerlukan waktu untuk dapat sertifikat tersebut, mungkin sekitar 2013-2014," kata dia.

Ia menambahkan, pihaknya optimis dapat meraih laba bersih sebesar Rp40 miliar-Rp45 miliar pada 2011. Hingga September 2011, perseroan telah meraih laba bersih sebesar Rp20,7 miliar dan pendapatan sebesar Rp695 miliar.

"Kita optimis dapat meraih laba bersih karena kita mencatatkan `sales` paling besar pada Oktober 2011 dibandingkan September 2011 tapi kita belum bisa paparkan penjualan tersebut pada Oktober," katanya.

Ia mengatakan, perseroan juga akan meluncurkan beberapa produk pada 2012 antara lain obat generik sebanyak enam buah produk, obat branded tiga buah produk, dan OTC tiga buah produk.

Sementara, Direktur Keuangan Indofarma, John Sebayang mengatakan, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2012 sebesar Rp90 miliar.

"Belanja modal itu akan digunakan untuk pengembangan kemasan Obat FDC (Fixed Dose Combination), perbaikan mesin dan untuk mendapatkan sertifikat PQ WHO," kata dia.

Sertifikat itu, kata dia, merupakan alat yang dapat digunakan perusahaan untuk menjual obat-obatan hingga ke seluruh dunia.

(KR-ZMF/B012)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011