Teheran (ANTARA News) - Iran akan mengirim jawaban "analitis" bagi laporan yang menyatakan negara Persia itu bermaksud membuat senjata nuklir, kata Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi, Rabu (16/11), sehari sebelum pertemuan badan pengawas atom PBB tersebut mengenai masalah itu.

"Kami telah memutuskan untuk merancang dan mengirim surat analitis yang berisi jawaban logis dan rasional bagi laporan baru-baru ini (oleh Kepala Badan Tenaga Atom Internasional Yukiya) Amano," kata Salehi sebagaimana dikutip jejaring stasiun televisi resmi Iran.

Salehi mengatakan surat tersebut akan dibagikan kepada berbagai negara dan organisasi internasional.

Pengumumannya dikeluarkan sebelum pertemuan dewan 35-anggota IAEA pada Kamis dan Jumat guna mempertimbangkan laporan 8 November --yang dengan kuat menyatakan Iran "sedang berusaha membuat hululedak nuklir", kendati laporan itu tak sampai mengatakan itu secara tegas.

Amerika Serikat dan sekutunya sangat ingin melihat badan tersebut mengeluarkan resolusi yang mengutuk Iran atau merujuknya ke Dewan Keamanan PBB, kata seorang diplomat Eropa di Wina, tempat IAEA bermarkas, demikian laporan AFP --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Rabu malam.

Namun Rusia dan China kelihatannya enggan untuk mendukung keinginan itu. Moskow bahkan mengecam laporan tersebut dan menyamakannya dengan laporan intelijen palsu yang diajukan oleh Amerika Serikat untuk menggolkan agresi ke Irak 2003.

Saat itu Washington menyatakan pemerintah "Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal" tapi sampai sekarang bertahun-tahun setelah Saddam digulingkan dan dihukum mati tuduhan tersebut tak pernah terbukti.

Salehi mengatakan negaranya tetap "mengadakan kontak dengan badan pengawas atom PBB itu sehingga situasi tak bertambah buruk".

(Uu.C003)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011