Batam (ANTARA News) - Pekerja Batam yang tergabung dalam beberapa serikat pekerja mengancam mogok massal bila Upah Minimum Kota tidak dinaikkan sesuai Kebutuhan Hidup Layak sebesar Rp1,3 juta.

"Kalau perwakilan pengusaha dan pemerintah tidak menyetujui angka UMK sama dengan KHL, kami akan melakukan mogok massal, 23 November ini," kata Konsulat Serikat Pekerja Metal Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Untung, usai berembuk bersama perwakilan pekerja lainnya, Kamis.

Mogok massal akan dilakukan seluruh pekerja dari beberapa kawasan industri di Batam. Dengan berhenti bekerja, maka dipastikan industri di Batam akan lumpuh.

Ia mengatakan tuntutan pekerja sebenarnya hanya meminta pengusaha memenuhi komitmen tahun lalu, yang berjanji UMK sama dengan KHL.

Dalam rapat pembahasan UMK di Kantor Pemkot Batam, perwakilan pengusaha mengajukan UMK 2012 sebesar Rp1,2 juta, kurang dari besaran KHL.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Kota Batam Syaiful Badri mendesak agar pengusaha menjalankan kesepakatan UMK sama dengan KHL untuk diberlakukan di 2012.

"Tahun lalu mereka sudah sepakat UMK 100 persen KHL. Kemarin KHL sudah ditetapkan bersama, hasil survei bersama. Sekarang mereka malah menurunkan lagi UMK-nya," kata Syaiful.

Ia mengatakan menyesalkan penawaran angka UMK yang diajukan pengusaha, karena kurang dari KHL.

"Kami menyesalkan angka UMK yang diajukan perwakilan Apindo. Padahal, sudah ada kesepakatan bersama, tahun 2012 angka UMK sama dengan jumlah KHL," kata dia.

Selain mengancam mogok massal, pekerja juga mengancam memasukan angka KHL sesuai hitungan pekerja Rp1,9 juta dalam perhitungan UMK. Bukan sesuai penetapan Dewan Pengupahan Kota Rp1,3 juta.

Ia mengatakan memastikan pekerja tetap tetap menolak besaran UMK bila tidak sama dengan KHL. Perwakilan pengusaha yang ditemui usai rapat menolak memberikan komentar.

Sementara itu, puluhan pekerja yang mengawal rapat pembahasan UMK melakukan unjuk rasa dan konvoi keliling Batam Kota.

Para pekerja membentangkan spanduk yang bertuliskan "Dukung UMK 2012=KHL riil Rp1.956.000".

Saat mengelilingi Batam Kota, para pekerja meminta warga kota membubuhkan tandatangannya di atas spanduk.

(ANTARA)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011