Bengkulu (ANTARA News) - Jajaran Polres Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, memburu memeran dan penyebar vidio mesum yang sekarang marak beredar dan meresahkan masyarakat terutama kalangan pejabat di daerah itu.

Pelaku video mesum itu diduga kalangan pejabat mulai dari kepala sekolah hingga kepala dinas instansi pemerintah, kata Kapolres Kaur AKBP H Andi Heru Santo yang disampaikan melalui Waka Polres Kompol Puji Saputro, Minggu.

Untuk menangkap pelaku video mesum itu, pihaknya menurunkan sejumlah anggota untuk meneliti pemeran dan penyebar video mesum yang pemerannya mirip pejabat daerah setempat.

Ia mengatakan, hingga beberapa hari lalu aparat penegak hukum belum berhasil mendapatkan rekaman adegan syur tersebut, padahal sudah beredar sejak bulan lalu dan cukup meresahkan para pejabat dan keluarganya.

"Kami akan selidiki terlebih dahulu, namun saat ini sedang berupaya mencari rekamannya," katanya.

Beredarnya rekaman video mirip pejabat Kaur itu, tengah diselidiki petugas, jika sudah mengantongi rekamannya, maka akan dikembangkan dan bisa memastikan mengenai sanksi hukum yang akan menjerat para pelaku.

"Kita pelajari terlebih dahulu, apakah benar mirip pejabat atau hanya rekayasa video, sekarang belum bisa menyimpulkan hasil rekaman itu," ujarnya.

Wakil Bupati Kaur Yulis Suti Sutri ketika dikonfirmasikan, mengaku terkejut dengan adanya pemberitaan di media terkait dengan beredarnya video yang pelakunya mirip oknum pejabat.

"Saya belum bisa memberikan penjelasan seputar beredarnya video tersebut karena masih bertugas ke Jakarta nanti tunggu saya pulang," tegas Wabup.

Seorang pejabat Kaur tidak bersedia disebutkan namanya, mengaku resah karena dalam video mesum itu mirip dengan wajahnya, padahal tidak pernah berbuat keji seperti itu.

"Saya dan kelaurga merasa terpukul karena setiap orang mengatakan mirip dengan wajahnya, padahal perbuatan itu tidak mungkin dilakukan, apalagi saya penduduk asli dan sangat tabu dengan perbuatan tersebut," tandasnya.

Ia mengharapkan, pihak berwajib secepatnya menangkap pelaku pembuat rekaman tersebut karena sangat meresahkan, jika pelakunya tertangkap wajahnya dipertonton kepada masyakarat umum agar perbuatan itu tidak terulang, tambahnya.

(Z005/I006)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011