Jadi, penurunan sekitar 30-40 persen
Jakarta (ANTARA) -
Volume kendaraan pemudik di Kalimalang, Jakarta Timur, saat malam takbiran menurun dibanding Jumat (29/4) dan Sabtu (30/4).

Penurunan tersebut, kata Kepala Pos Pengamanan Pelayanan Mudik Polsek Duren Sawit Ipda Junaedi Effendi, karena puncak arus mudik via Kalimalang sudah terjadi pada Sabtu (30/4) .
 
"Sepertinya sudah ada penurunan dalam hal kepadatan, karena puncak arus mudik itu kemarin sampai pukul 03.00 WIB. Mereka kejar Shalat Idul Fitri di kampung halaman," kata Junaedi.
 
Secara persentase, kata Junaedi, penurunan volume kendaraan adalah sekitar 30-40 persen kepadatan dibanding hari sebelumnya.
 
"Jadi, penurunan sekitar 30-40 persen. Nah, ini mungkin mereka yang mudik jarak dekat seperti di Bekasi, Karawang, yang jarak tempuhnya bisa dilaju dengan kendaraan motor," katanya.

Baca juga: Jumlah kendaraan pada H-1 mengarah Trans Jakarta turun 6 persen
 
Meski sempat terjadi kepadatan,Junaedi menyebut bahwa pihaknya belum memberlakukan sistem pengalihan arus karena arus kendaraan dirasakan masih kondusif.

"Belum sempat, masih bisa kita atasi dengan cara kita tarik maju (sebelum lampu hijau), sehingga tidak perlu pengalihan ke jalur lain," tuturnya.

Sebelumnya, di persimpangan Pangkalan Jati, Duren Sawit, Jakarta Timur sejak pukul 09.00 WIB sampai pukul 17.30 WIB tidak terlihat lagi rombongan besar pemudik bermotor yang membawa barang bawaan banyak atau pemudik yang menggunakan mobil.
 
Sementara, sekitar pukul 20.30 WIB hingga pukul 23.00 WIB, terlihat pemudik yang menuju ke timur, lebih banyak dibanding pagi dan siang tadi dengan jumlah yang diperkirakan juga turun.

Baca juga: Polda Metro perkirakan 3,6 juta orang telah tinggalkan Jakarta

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2022