Yogyakarta (ANTARA) - Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 1.800 meter (1,8 km) ke arah Kali Bebeng atau barat daya pada Selasa.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida melalui keterangan resminya di Yogyakarta, menyebutkan awan panas guguran Merapi meluncur pada pukul 17.31 WIB.

Baca juga: Gunung Merapi luncurkan guguran awan panas sejauh 2 km ke barat daya

"Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 27 mm dan durasi 149 detik," kata dia.

Sementara itu, berdasarkan periode pengamatan BPPTKG mulai pukul 12.00 sampai 18.00 WIB, Merapi juga tercatat mengeluarkan guguran lava sebanyak empat kali ke arah barat daya sejauh 1,8 km.

Baca juga: Gunung Merapi dua kali luncurkan awan panas guguran sejauh 2,5 km

Hingga kini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area dalam sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong (sejauh maksimal lima kilometer) serta Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (sejauh maksimal tujuh kilometer).

Baca juga: Merapi luncurkan awan panas guguran sejauh 3,5 km ke hulu Kali Gendol

Selain itu, guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area di sektor tenggara yang meliputi Sungai Woro (sejauh maksimal tiga kilometer) dan Sungai Gendol (sejauh lima kilometer).

Apabila gunung api itu mengalami letusan eksplosif, maka lontaran material vulkaniknya dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung, demikian Hanik Humaida.

Baca juga: Merapi luncurkan awan panas guguran ke tenggara sejauh lima kilometer

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Tunggul Susilo
Copyright © ANTARA 2022