Bekasi (ANTARA News) - Difa Bintang (7 thn), siswa kelas 1 SDN Kranji 15 menderita luka lepuh cukup parah, diantara 14 korban robohnya tembok sekolah madrasah Al Attihad di Jalan Lapangan Bola Kranji, Bekasi Barat, Selasa (29/11) lalu.

"Kita terus mengupayakan agar korban bisa sembuh. Bagian tubuh korban yang terkena kuah bakso ikan saat terjadinya musibah tembok roboh itu cukup luas," kata Direktur RSUD Kota Bekasi dr Titi Masrifahati di Bekasi, Kamis.

Saat bangunan roboh itu, Difa yang masuk sekolah pagi tidak langsung pulang melainkan membeli bakso bersama teman lainnya.

Luka bakar Difa terlihat jelas mulai dari atas pusar hingga telapak kaki. Kuah bakso panas itu juga mengenai alat vital korban sehingga ia selalu mengeluh kesakitan.

Ayah korban, Nanung (40), hanya berharap kondisi buah hatinya bisa membaik. Sebab, dari awal kejadian hingga dua hari Difa dirawat di RSUD Bekasi, kondisi anaknya belum terlihat perkembangan. "Malah semakin memburuk, soalnya setiap malam dia merintih kesakitan di bagian kemaluannya," ujarnya.

Saat ini, Difa dirawat di kamar isolasi Ruang Tulip, lantai 4 RSUD Bekasi. Hampir setiap malam, anak ini menderita demam tinggi akibat luka bakarnya itu. Menurut Nanung, setelah kejadian, nafsu makan anaknya menurun. Difa baru ingin makan sehari setelah ia dirawat di rumah sakit.

Kakak Difa, Nisma Putri (13), mengatakan, saat kejadian adiknya hendak pulang menuju rumahnya yang lokasinya tidak begitu jauh dari lokasi kejadian.

Namun, sebelum pulang, Difa menyempatkan diri untuk jajan bakso tusuk ke pedagang yang mangkal di depan dinding madrasah yang runtuh itu. "Tiba-tiba temboknya roboh. Difa berada di antara pedagang yang memangkal," ujarnya.

Difa tersiram kuah bakso dari pedagang yang disinggahinya, ketika itu, warga langsung membawanya ke tempat tinggalnya, dan memberitahu orang tuanya.

Mengetahui Difa menjadi korban, pihak sekolah langsung mendatangani rumah korban, dan membawanya ke Klinik Medika untuk mendapatkan penanganan pertama. "Namun pihak klinik merujuk untuk dirawat di rumah sakit karena lukanya cukup serius," ujar Kepala Sekolah SDN XV, Saniah.

Aparat Disdik Kota Bekasi mengaku prihatin dengan kondisi Difa yang masih kesakitan akibat tersiram kuah panas itu.

"Kita prihatin dan berdoa agar Difa bisa segera disembuhkan dan sekolah seperti semula," kata Kasi Kurikulum Disdik H Agus Enap.

Ia menyatakan telah menjenguk Difa dan meminta agar korban tabah. "Kita harapkan dokter bisa menangani dengan baik untuk kesembuhan Difa," ujarnya.

(ANTARA)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011