Jakarta (ANTARA News) - Wakil Presiden (Wapres) Boediono mengemukakan, investasi di Papua tetap aman sehingga para investor tidak perlu takut.

"Papua aman. Investor sebaiknya ke sana, Papua tetap aman," katanya di depan anggota Jakarta Foreign Correspondents Club di Jakarta, Rabu, guna menanggapi pertanyaan seorang koresponden media asing terkait keamanan investasi di Papua.

Wapres mengatakan, saat ini pemerintah RI membentuk Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) yang dibentuk guna mengkoordinasikan pembangunan.

Diharapkannya, adanya koordinasi yang lebih baik membuat Papua dapat mengejar ketertinggalan pembangunan dan menarik minat investasi.

Menurut Wapres, Papua memiliki potensi investasi yang menarik dan menguntungkan bagi para investor. "Daya tariknya tinggi, namun itu tergantung investor, keuntungan besar ada di sana. Saya tidak khawatir," kata Wapres.

Wapres menyatakan, pemerintah optimis dengan pendekatan UP4B juga akan menyelesaikan masalah yang terjadi di provinsi termuda tersebut.

Sampai saat ini, menurut Wapres, hal utama yang masih terus diperbaiki dalam meningkatkan investasi adalah infrastruktur.

"Baik lima hingga sepuluh tahun lagi infrastruktur masih menjadi tema utama," kata Wapres.

Infrastruktur menjadi jembatan bagi percepatan pembangunan yang lebih baik di Indonesia Untuk itu, Pemerintah juga mendorong swasta untuk ikut terlibat dalam pembangunan infrastruktur, demikian Wapres Boediono.

Ketua UP4B, Bambang Darmono, sebelumnya mengatakan, selain melakukan pendekatan pembangunan dengan memberi rasa aman, juga pendekatan secara sosial politik dan budaya.

Selain itu, ia juga mengatakan, pihaknya tengah menyusun program-program yang cepat memberikan hasil nyata (quick wins).

Menurut dia, acuan dasar prioritasnya adalah kebijakan pokok UP4B adalah ketahanan pangan, penanggulangan kemiskinan, pengembangan ekonomi rakyat, peningkatan pelayanan pendidikan, peningkatan pelayanan kesehatan, pengembangan infrastruktur dasar, pemihakan terhadap putra/putri Papua.
(T.M041)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2011