Denpasar (ANTARA News) - Keandalan sarana, prasarana jalan dan jembatan di Bali akan makin sip. Harapannya, mampu mewujudkan aktivitas transportasi yang makin lancar dan andal.

"Bali sebagai daerah tujuan wisata utama dan sering dipercaya sebagai tuan rumah pertemuan penting bertaraf internasional memerlukan insfrastruktur jalan yang memadai dan bertaraf internasional," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Bali, I Ketut Teneng, di Denpasar, Rabu.

Bali sangat beruntung dalam hal infrastruktur jalan, di mana-mana jalannya aspal hotmix kualitas prima. Maklum saja, Bali adalah ikon pariwisata Indonesia yang sangat ternama.

Akan tetapi ternyata justru di wilayah yang paling banyak dikunjungi wisatawan, Bali bagian selatan, yang dinilai kurang memadai dengan akibat kemacetan parah. Kawasan Simpang-siur, Jalan Raya Kuta, Legian, jalan menuju Bandara Internasional Ngurah Rai, menjadi area-area yang menyebalkan untuk dilalui karena kemacetannya.

Apalagi jika musim liburan (Mei-Agustus dan Oktober-Januari), kemacetan itu makin parah. Sebetulnya sudah banyak keluhan dari wisatawan dan masyarakat setempat tentang ketiadaan moda transportasi umum yang aman, nyaman, dan andal.

Menurut Teneng, pada tahun anggaran 2011 Bali mendapat dukungan dana di sektor ini sebanyak Rp48,80 miliar ditambah Rp85,3 miliar untuk mengentaskan permasalahan pada sarana jalan.

Bali memiliki fasilitas jalan sepanjang sekitar 858 kilometer yang terdiri atas kondisi baik 444 kilometer (51,67 persen), kondisi sedang 253 kilometer ( 29,51 persen) dan jalan rusak 161 kilometer (18,82 km). Masih ada 29,31 jembatan dalam aneka bentuk dan rancangan di sana.

Selain kucuran dana dari pemerintah pusat, pembangunan, perbaikan dan perawatan fasilitas jalan juga dialokasikan melalui dana APBD Bali serta Pemkab dan Pemkot di daerah ini, ujar Ketut Teneng. (I006)

Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2011