Patung komodo daya tarik pameran Zamrud Khatulistiwa di Elektrostal Rusia

London (ANTARA News) - Patung binatang langka di dunia, komodo yang beberapa waktu lalu masuk dalam daftar New 7 Wonders of Nature, menjadi daya tarik pengunjung pameran barang-barang seni dan budaya Indonesia "Zamrud Khatulistiwa" di Museum dan Pusat Pameran kota Elektrostal, Rusia.

Antusiasme masyarakat melihat pameran seni dan budaya Indonesia cukup besar dan tercatat lebih dari 500 orang pengunjung mulai dari anak-anak sekolah hingga orang tua menikmati pameran dan tertarik mengetahui lebih jauh mengenai kadal raksasa yang berhabitat di Indonesia, ujar Sekretaris dua KBRI Moskow, Enjay Diana kepada ANTARA London, Sabtu.

Dikatakannya pengunjung dengan antusias mendengar penjelasan para pemandu museum bahwa Komodo adalah binatang yang dilindungi dan saat ini dijadikan objek wisata, yang sebelumnya mereka anggap binatang yang menakutkan dan takut mendekati Komodo.

Direktur Museum dan Pusat Pameran kota Elektrostal, Olga Nikolashina pada saat pertemuan dengan delegasi KBRI Moskow mengatakan bahwa ia mempersilahkan pengunjung untuk berfoto dengan patung Komodo dan bahkan memegangnya dan bila ingin melihat langsung binatang purba tersebut mereka dapat berkunjung langsung ke Pulau Komodo di Indonesia.

Olga Nikolashina menyampaikan Indonesia yang beraneka ragam suku dan budaya tetap bersatu, kebhinnekaan tunggal ika Indonesia dapat disaksikan masyarakat kota Elektrostal melalui pameran yang bertema "Zamrud Khatulistiwa".

Di antara pengunjung ada yang pernah beberapa kali datang ke pameran dan mengatakan keinginannya untuk mengunjungi Indonesia. Bahkan ada pula pengunjung yang pernah ke Indonesia dan berbagi cerita dengan kami, ujar Olga Nikolshina.

Sementara itu, menurut Kepala Bagian Kebudayaan dan Kebijakan Kepemudaan Administrasi Kota Elektrostal, Larisa Lazareva, melalui pameran ini masyarakat kota Elektrostal yang saat ini sedang diselimuti musim dingin dan hujan salju dapat merasakan kehangatan Indonesia yang beriklim tropis.

"Meskipun di luar jendela dingin dan bersalju, tetapi di dalam museum ini kita merasakan kehangatan Indonesia dengan menikmati keanekaragaman seni dan budayanya," ujar Larisa Lazareva.

Sementara itu Counsellor Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, M. Aji Surya mengatakan budaya bersifat universal. Tidak hanya masyarakat kota-kota besar di Rusia, seperti Moskow dan St. Petersburg yang berhak mengetahui budaya bangsa lain. Tetapi juga masyarakat di kota kecil sekalipun, seperti kota Elektrostal. "Oleh karena itu, KBRI Moskow mendukung penyelenggaraan pameran-pameran seperti ini agar kita saling mengenal satu sama lainnya melalui seni dan budaya," demikian M. Aji Surya.

Pameran yang berlangsung sejak Oktober lalu hingga 15 Januari mendatang pengunjung dapat melihat dan menikmati berbagai barang seni dan budaya dari berbagai daerah Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Papua. Barang-barang yang ditampilkan antara lain ukiran kayu, topeng, patung garuda, patung komodo, keris, pakaian daerah, batik, alat-alat musik tradisional, keramik, peta dan foto-foto tentang Indonesia.

Pameran barang seni dan budaya Indonesia ini merupakan serangkaian pameran yang digelar KBRI Moskow bekerja sama dengan Russian Intereco company dan museum-museum di Rusia sejak Oktober 2010. Selain di kota Elektrostal, pameran telah diselenggarakan di berbagai kota lainnya, seperti Vladimir, Murom, Kovrov dan Shuya. (ZG)

Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Melihat pameran instalasi seni limbah kayu di Taman Budaya Padang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar