Biden akan kunjungi keluarga korban penembakan di Texas

Biden akan kunjungi keluarga korban penembakan di Texas

Para pemain Dallas Mavericks menundukkan kepala saat mengheningkan cipta untuk menghormati korban penembakan di sebuah sekolah dasar (SD) di Texas Selatan sebelum memulai Gim 4 final Wilayah Barat NBA melawan Golden State Warriors di American Airlines Center, Texas, Amerika Serikat, Selasa (24/5/2022) waktu setempat. ANTARA/AFP/GETTY IMAGES/Ron Jenkins.

Washington (ANTARA) - Presiden AS Joe Biden mengatakan pada Rabu bahwa dia dan ibu negara Jill Biden akan melakukan perjalanan ke Uvalde, Texas, dalam beberapa hari mendatang untuk menghibur keluarga korban tewas penembakan di sekolah dasar.

Biden berbicara di Gedung Putih untuk mengeluarkan perintah eksekutif tentang reformasi kepolisian pada peringatan dua tahun kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam di Minneapolis. Kematian Floyd memicu protes di seluruh negeri dan dunia.

Presiden menambahkan komentar pada pidatonya tentang penembakan Uvalde, yang menurut polisi dilakukan oleh Salvador Ramos yang berusia 18 tahun. Orang Amerika dikejutkan oleh jumlah korban tewas terbaru dalam serangkaian panjang penembakan massal: 19 siswa dan dua guru. "

"Jill dan saya akan melakukan perjalanan ke Texas dalam beberapa hari mendatang untuk bertemu dengan keluarga untuk memberi tahu mereka bahwa kami memiliki perasaan, rasa sakit mereka, dan, mudah-mudahan, membawa sedikit kenyamanan bagi komunitas yang kaget dan berduka dan trauma," kata Biden.

Lebih dari seminggu yang lalu, dia mengunjungi Buffalo, New York, untuk menghibur keluarga dari 10 orang yang terbunuh di sebuah supermarket di sana--hampir semua orang kulit hitam--oleh seorang yang mengaku anggota supremasi kulit putih. “Saya muak dan bosan dengan itu,” kata Biden pada Rabu.

Gedung Putih tidak memberikan perincian segera tentang kapan Biden akan mengunjungi Uvalde, sebuah kota kecil dengan populasi di bawah 16.000. Kunjungan kepresidenan itu membutuhkan perencanaan dan logistik yang signifikan. Semua ini menjadi lebih rumit untuk kota seukuran itu.

Seberapa jauh pemerintah dapat mengendalikan akses ke senjata api telah menjadi salah satu masalah yang paling ramai diperdebatkan di Amerika Serikat. Masalah ini menjadi pertentangan antara mereka yang mengatakan membatasi ketersediaan senjata akan menyelamatkan nyawa dan mereka yang berpendapat bahwa senjata itu sendiri bukanlah akar penyebab penembakan massal dan bahwa hak untuk memiliki senjata dilindungi oleh Konstitusi AS.

Biden mendesak Senat untuk segera memberikan persetujuan atau konfirmasi terhadap Steven Dettelbach, calon Biden untuk mengepalai Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak (ATF), yang misinya termasuk menegakkan undang-undang senjata AS. Dettelbach, mantan pengacara AS dari Ohio, muncul di sidang konfirmasi Senat pada Rabu.

Sekretaris pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan sangat penting untuk memiliki pemimpin yang berpengalaman di pucuk pimpinan badan tersebut setelah tujuh tahun kosong, seraya mencatat peran kunci yang dimainkan agen ATF dalam menyelidiki penembakan Buffalo dan Uvalde.

"Dengan kekerasan senjata setiap hari yang mengganggu terlalu banyak komunitas kita, sekarang waktunya untuk memberikan kepemimpinan kepada ATF yang dibutuhkannya untuk melipatgandakan pekerjaannya untuk menegakkan undang-undang senjata kita dan membuat komunitas kita lebih aman," katanya dalam sebuah pernyataan.

Biden juga memperbarui kritiknya terhadap lobi senjata AS, yang melawan upaya untuk memberlakukan peraturan yang lebih tegas pada industri senjata.

Sumber: Reuters
Baca juga: Sekjen PBB dikejutkan oleh penembakan massal di sekolah dasar Texas
Baca juga: Kronologi suram penembakan massal di Amerika Serikat
Baca juga: NBA berduka atas insiden penembakan SD di Texas

Penerjemah: Mulyo Sunyoto
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar