Jakarta (ANTARA News) - Menteri KeuanganAgus Martowardojo mengumumkan hasil kinerja realisasi APBN-P 2011 yang cukup menggembirakan, atau berada pada tingkat aman untuk mendukung pencapaian pembangunan nasional.

"Kinerja realisasi APBN-P 2011 aman karena berbagai indikator ekonomi makro 2011 seperti optimisme perekonomian Asia di tengah krisis global," kata Agus Martowardojo dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Salah satu contoh dari optimisme perekonomian tersebut adalah peningkatan ekspor pada Januari hingga November 2011 sebesar 32,04 persen dibanding periode yang sama tahun 2010.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga triwulan ketiga tahun 2011 mencapai 6,5 persen, sehingga diperkirakan pertumbuhan ekonomi 2011 dapat mencapai 6,5 persen sesuai dengan target pertumbuhan ekonomi APBN-P 2011.

Tingkat inflasi 2011 terkendali pada level 3,79 persen "year on year", ini lebih rendah dari target inflasi dalam APBN-P 2011 sebesar 5,65 persen "year on year".

Sejalan dengan rendahnya inflasi, rata-rata tingkat suku bunga SPN-3 bulan sebagai acuan pembayaran bunga utang pemerintah dalam tahun 2011 mencapai 4,84 persen, ini dibawah asumsi APBN-P 2011 sebesar 5,60 persen.

Selain itu, kinerja ekonomi nasional 2011 juga menggembirakan dilihat dari nilai tukar rupiah yang stabil pada kisaran Rp8.776/USD. Nilai ini mendekati asumsi APBN-P sebesar rata-rata Rp8.700/USD.

Harga minyak mentah Indonesia dalam tahun 2011 mencapai rata-rata USD111,5/barel, lebih tinggi dari asumsi APBN-P 2011 sebesar USD95,0/barel.

Sementara "lifting" minyak mentah Indonesia dalam tahun 2011 hanya mencapai 898 ribu barel per hari, ini di bawah target APBN-P 2011 sebesar 945 ribu barel per hari.

(.I027/B008)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2012