Jayapura (ANTARA) - Penyidik Polres Sarmi telah menetapkan tujuh tersangka kasus pemalangan di jembatan Tor, Kampung Mafen Tor Distrik Fien, Kabupaten Sarmi, Papua yang berlangsung anarkis.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal di Jayapura, Jumat mengatakan penyidik Satreskrim Polres Sarmi sudah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka yakni ME, KS, AB, ET, JB, TS dan EM.
 
Saat ini lima orang sudah ditahan sedangkan dua orang lainnya masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Jayapura akibat luka yang dideritanya.
 
Ketujuh orang tersangka tersebut dijerat dengan Pasal 192 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun, jelas Kamal.
 
Aksi pemalangan yang dilakukan masyarakat Mafentor menuntut pembayaran hak ulayat dari pemerintah daerah atas aliran sungai Muara Tor yang melintas sampai di jembatan Muara Tor.
 
Pemalangan terjadi Jumat (27/5) diikuti sekitar 100 orang yang merupakan gabungan dari warga Kampung Tor Atas, Mafentor dan Apawer, dengan membakar ban bekas di atas jembatan.
 
Kepala Distrik Fien Izak Yawir sempat menemui pendemo namun tidak dihiraukan sehingga sekitar pukul 17.00 WIT Sekda Sarmi Elias Bakay berupaya berdialog namun massa kemudian anarkis dan menganiaya Sekda Sarmi hingga terluka di bagian kepala.
 
Tercatat sembilan orang terluka terdiri dari pendemo dan tiga anggota Polres Sarmi.

Baca juga: Kapolda Papua: Enam pendemo alami luka tembak dalam aksi anarkis

Baca juga: Sekda Sarmi dianiya pedemo di Jembatan Tor Atas

Baca juga: Mensos Risma: Anak-anak Sarmi jalan kaki 7 kilometer ke sekolah
 
 
 

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2022