Samarinda (ANTARA) - Sebanyak delapan rumah di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Jumat sekitar pukul 12.00 Wita hangus terbakar, terdiri atas empat rumah tinggal, tiga rumah kosong, dan satu rumah merupakan bangsalan tiga pintu.

"Kebakaran yang terjadi pada pukul 12.00 hingga 13.30 Wita ini terjadi di Jalan Raudah, Gang 8B dan Gang 9B, RT 23, Kelurahan Teluk Lerong, Kecamatan Samarinda Ulu," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda Hendra AH di Samarinda, Jumat.

Unit pemadam yang memadamkan kebakaran adalah dari Disdamkar dan Penyelamatan Kota Samarinda, yakni dari Posko 3 menurunkan empat unit mobil pemadam, Posko 1 menurunkan tiga unit bantuan, Posko 4 menurunkan dua unit bantuan, dan satu unit rescue.

Baca juga: Dua bencana kebakaran pemukiman warga terjadi di Samarinda

Selain itu, ada bantuan pemadaman dari satuan Pemdam Kebakaran (PMK) swasta Samarinda, Satuan Balakarcana Samarinda, dan dibantu oleh sejumlah Relawan Kota Samarinda.

Sementara dari bagian keamanan dan instansi terkait yang ke lokasi, antara lain dari Polsek Samarinda Ulu, Babinsa, Babinkamtibmas, serta dari Patroli Beat 110.

Sedangkan untuk bagian medis atau kesehatan, antara lain dari PMI Samarinda, Unit Samarinda Siaga 112, Emergency Medical Team, dan dari Indonesian Escorting Ambulance.

Hendra mengatakan kebakaran yang menghanguskan delapan rumah dan ada tiga rumah yang terdampak, asal api diduga akibat korsleting listrik, namun untuk kepastiannya masih menunggu penyelidikan dari kepolisian.

Baca juga: Tujuh korban kebakaran tewas di Samarinda akibat pintu terkunci

Baca juga: Kebakaran hanguskan puluhan rumah di Samarinda


"Dalam peristiwa ini ada lima korban yang terluka. Selain tiga rumah yang kosong, lima bangunan lainnya dihuni oleh 5 kepala keluarga (KK) dengan 25 jiwa, namun ini merupakan data sementara, masih menunggu data riil," katanya.

Ia mengaku kendala di lapangan saat melakukan pemadaman dan penanganan lainnya adalah akses jalan yang kecil, karena di dalam gang, titik api berada di atas bukit, minimnya sumber air, dan mayoritas bangunan yang terbakar berbahan kayu.

Pewarta: M.Ghofar
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2022