Moskow (ANTARA News/Itar-Tass) - Pemerintah Rusia mengambil semua langkah untuk memulangkan ke Moskow 88 warga yang menolak terbang dari Barcelona, Senin, karena pesawat milik perusahaan Bashkortostan diduga rusak, kata pejabat Rosaviatsiya Federal Air Transport Agency kepada Itar-Tass.

Satu pesawat dari Barcelona akan diterbangkan ke bandara Domodedovo Moskow di 02.10 waktu setempat.

Pejabat badan transportasi udara mengklaim penolakan untuk terbang oleh sejumlah penumpang dengan pesawat itu tidak bisa dibenarkan.

"Menurut informasi yang diberikan kepada Rosaviatsiya, pesawat secara teknis layak dan bisa menerbangkan 218 penumpang dari Barcelona ke Domodedovo tanpa menunda keberangkatan untuk setiap periode waktu yang signifikan. Namun, penolakan oleh beberapa penumpang untuk terbang di pesawat ini, diduga karena mereka mendeteksi masalah teknis, memprovokasi perasaan panik yang didukung oleh puluhan penumpang lain, dan kemudian, terjadi penolakan massa transportasi udara," kata pejabat itu lebih lanjut.

Ia mengingatkan bahwa menurut peraturan keselamatan udara, "penolakan untuk terbang bahkan dari seorang penumpang membongkar muat semua penumpang, barang bawaan mereka dan diulangi pemeriksaan menyeluruh."

Rosaviatsiya menggarisbawahi bahwa setelah pemeriksaan menyeluruh, pesawat lepas landas pada pukul 11.08 dan aman mendarat dengan 130 penumpang di Moskow, setelah keberangkatan tertunda lebih dari sembilan jam.

"Tetapi 88 penumpang yang menolak terbang, melakukan sesuai kehendak mereka sendiri, dengan menulis laporan. Jadi perusahaan Bashkortostan tidak bertanggung jawab untuk pelayanan lebih lanjut mereka dan transportasinya," kata wakil Rosaviatsiya.

Namun, pemerintah Rusia akan memberikan bantuan kepada para penumpang yang masih ketakutan.

"Badan Transportasi Udara Federal (Rosaviatsiya), bersama dengan Menteri Olahraga dan Pariwisata serta Badan Pariwisata Rusia, telah mengambil semua tindakan yang mungkin untuk memulangkan mereka yang terdampar secepat mungkin ke Rusia," tegas pejabat itu.

Sementara itu, juru bicara kepala Bashkortostan Artyom Valiyev mengatakan kepada Tass, bahwa kepemimpinan republik tidak bertanggung jawab atas tindakan maskapai.

"Perusahaan Bashkortostan adalah satu perusahaan komersial yang tidak ada hubungannya dengan republik. Pesawat-pesawatnya tidak melakukan penerbangan reguler ke Ufa, tidak ada yang mereka parkir di bandara Bashkorstan itu. Tahun lalu, pemerintah republik meminta pelaksana operasional untuk mengubah namanya, namun permintaan itu ditolak.

Laporan-laporan lain mengatakan, para awak dari 757-200 Boeing pada awalnya tidak mampu mengatasi mesin pesawat penumpang tersebut, yang diperhatian oleh beberapa penumpang.

Sebagian penumpang mulai menuntut penggantian pesawat dan awaknya.

Masalah teknis terjadi karena kegagalan unit daya tambahan, kata Valiyev.

(H-AK/H-RN)

Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2012