Seoul (ANTARA) - Otoritas Korea Utara telah mengirimkan tim medis dan penyelidik epidemiologis ke sebuah provinsi yang sedang berjuang menangani wabah saluran pencernaan, demikian media negara melaporkan pada Minggu.

Sedikitnya 800 keluarga yang menderita penyakit itu, yang hanya disebut Korut sebagai "epidemi enteron akut", sejauh ini telah mendapatkan bantuan di Provinsi Hwanghae Selatan.

Para pejabat di Korea Selatan mengatakan mengatakan bahwa penyakit yang sedang dihadapi Korut itu kemungkinan berupa kolera atau tifus.

Wabah baru tersebut, yang pertama kali dilaporkan pada Kamis (16/6), makin membebani Korut pada saat negara yang terkucil itu sedang bergulat menangani keterbatasan pangan serta gelombang infeksi COVID-19.

Pada Minggu, kantor berita negara KCNA melaporkan detil upaya pencegahan.

Upaya yang disebutkan termasuk karantina, "pemeriksaan intensif bagi semua warga", perawatan khusus, serta pemantauan pada kalangan orang rentan, seperti anak-anak dan lansia.

"Tim Diagnosis Cepat dan Perawatan" Nasional sedang berkoordinasi dengan para pejabat kesehatan setempat, dan langkah-langkah sedang dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan di daerah pertanian utama tidak terganggu, kata KCNA.

Disinfeksi sedang dilaksanakan, termasuk membersihkan limbah dan jenis sampah lainnya, untuk memastikan agar air bersih tetap aman, menurut laporan itu.


Sumber: Reuters
Baca juga: Korut kirim bantuan bagi korban wabah penyakit pencernaan
Baca juga: COVID masih bercokol, Korut dilanda wabah lain
Baca juga: Kabar COVID-19 dunia: Dari wabah di Korut sampai vaksin bagi balita

Penerjemah: Tia Mutiasari
Editor: Atman Ahdiat
Copyright © ANTARA 2022