Denpasar (ANTARA News) - Umat Hindu di Bali merayakan Galungan dengan memotong babi secara massal pada saat Penampahan Galungan, Selasa, atau sehari menjelang perayaan Galungan.

Masyarakat Bali, baik di kota maupun perdesaan pada hari Penampahan Galungan tetap melakukan tradisi "ngelawar" dan membuat aneka jenis masakan khas Bali.

"Ribuan ekor babi yang dipotong dalam waktu bersamaan itu telah disiapkan jauh hari sebelumnya sehingga kebutuhan babi dalam jumlah besar pada waktu yang sama dapat dipenuhi tanpa harus mendatangkan dari daerah lain," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, Putu Sumantra di.

Ia menyebutkan persediaan babi di mencapai 330 ribu ekor yang tersebar secara merata di seluruh wilayah Bali dengan berat rata-rata di atas 100 kilogram per ekor.

Pemotongan babi dilakukan secara patungan. Satu ekor bani dengan berat lebih dari 100 kilogram ditanggung 10-15 kepala keluarga.

Namun masyarakat yang tergolong mampu memotong satu ekor babi, sebagian dagingnya diberikan kepada keluarga dekat.

"Ada yang diolah menjadi lawar dan bebalung untuk makan hari ini dan besok. Ada juga olahan urutan yang bisa tahan dalam beberapa hari ke depan," kata Pan Emon (40), warga Banjar Ole.

Ia menuturkan, seekor babi dengan berat 100 kilogram milik salah seorang warga dibeli secara patungan bersama sepuluh orang dengan pembagian sama rata.

(I006*M038/T007)

Editor: Desy Saputra
Copyright © ANTARA 2012