Baghdad (ANTARA News) - Serangkaian ledakan menghantam Baghdad Minggu pagi, menewaskan paling tidak 10 orang, setelah aksi kekerasan Sabtu malam di ibuota Irak itu yang menurut sebuah rumah sakit (RS) besar menewaskan 20 orang dalam insiden-insiden terpisah. Para pejabat di Ruma sakit Yarmouk, salah satu terbesar di Baghdad, mengatakan mereka menerima paling tidak 20 mayat Sabtu malam, semuanya adalah korban aksi kekerasan. Sebagian besar kena tembak. Pada hari Minggu, enam orang tewas dan 14 lainnya cedera ketika sebuah bom yang diletakkan di pinggir jalan yang ditujukan terhadap satu patroli tentara AS meledak dekat sebuah jalur kereta api di Baghdad selatan, kata polisi. Beberapa diantara korban adalah polisi. Di tempat lain , dua tentara Irak tewas ketika sebuah bom meledak saat patroli mereka melewati Baghdad tengah. Empat tentara lainnya cedera. Sebelumnya, sebuah bom yang ditujukan terhadap patroli tentara Irak meledak di taman Mustansiriya, Baghdad timur, mencederai lima tentara, kata polisi. Dua korban tewas lainnya adalah warga sipil dan sedikitnya empat orang cedera ketika sebuah peluru mortir menghantam sebuah toko pemasok cat di Baghdad tengah. Sebuah peluru mortir lainnya menghantam sebuah rumah di distrik Jamila timur, Baghdad, mencederai dua orang. Empat bom mortir mendarat di distrik Zafaraniya di Baghdad selatan, kata polisi dan menambahkan tidak ada korban dilaporkan. Ledakan-ledakan itu terjadi beberapa jam sebelum sidang perkara Sadddam Hussein dimulai kembali di Baghdad. Sadddam dan tujuh pejabat lainnya dituduh melakukan kejahatan kemanusiaan yang menewaskan 148 warga desa Dujail setelah usaha pembunuhan terhadap dirinya di sana tahun 1982, demikian Reuters.(*)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2006