Jakarta (ANTARA) - Inflasi konsumen Amerika Serikat (AS) pada Juni melonjak 9,1 persen dari tahun lalu, menyentuh level tertinggi baru dalam empat dekade, kata Departemen Tenaga Kerja AS pada Rabu (13/7).

Indeks harga konsumen (IHK) naik 1,3 persen dari Mei hingga Juni setelah naik 1,0 persen dari April hingga Mei, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja departemen tersebut. IHK Juni menandai kenaikan 12 bulan terbesar sejak periode yang berakhir pada November 1981, dan naik dari lonjakan 8,6 persen pada Mei.

Inflasi utama (headline) IHK tetap di atas 6 persen secara tahunan (year on year/yoy) sejak Oktober tahun lalu, dan angkanya telah melampaui 8 persen sejak Maret tahun ini. Hal ini menjadi sebuah pengingat bahwa The Fed masih harus melewati jalan panjang untuk mengendalikan inflasi yang terus meningkat.
 
 


Seperti diketahui, bank sentral AS tersebut menaikkan target suku bunga dana federal sebesar seperempat poin persentase dari mendekati nol pada Maret, memulai siklus pengetatan untuk mencegah lonjakan inflasi. Pada Mei, The Fed menaikkan suku bunga sebesar setengah poin persentase.

The Fed kembali menaikkan suku bunga tiga perempat poin persentase pada Juni, peningkatan paling agresif sejak tahun 1994.   

Indeks energi naik 7,5 persen selama sebulan dan menyumbang hampir separuh dari lonjakan IHK, dengan indeks bensin naik 11,2 persen. Indeks energi naik 41,6 persen selama tahun lalu, menjadi kenaikan 12 bulan terbesar sejak periode yang berakhir pada April 1980.

IHK inti, yang mengecualikan pangan dan energi, naik 0,7 persen pada Juni, menyusul kenaikan 0,6 persen di bulan sebelumnya. IHK inti melonjak 5,9 persen dalam 12 bulan terakhir setelah naik 6,0 persen pada Mei.

Meskipun hampir semua indeks komponen utama naik selama sebulan, kontributor terbesar adalah indeks untuk tempat tinggal, mobil dan truk bekas, perawatan medis, asuransi kendaraan bermotor dan kendaraan baru, demikian menurut laporan Biro Statistik Tenaga Kerja.
 
 


 Indeks energi naik 7,5 persen selama sebulan dan menyumbang hampir separuh dari lonjakan IHK, dengan indeks bensin naik 11,2 persen. Indeks energi naik 41,6 persen selama tahun lalu, menjadi kenaikan 12 bulan terbesar sejak periode yang berakhir pada April 1980.

Indeks pangan naik 1,0 persen pada Juni. Indeks pangan ini meningkat 10,4 persen untuk 12 bulan yang berakhir pada Juni, menjadi kenaikan 12 bulan terbesar sejak periode yang berakhir pada Februari 1981.

Menutup konsultasi Pasal IV tahunan untuk meninjau ekonomi AS, Dana Moneter Internasional pada Selasa (12/7) mencatat bahwa rebound cepat dari guncangan pandemi disertai dengan "lonjakan inflasi secara luas", berpotensi menimbulkan "risiko sistemik", baik bagi AS maupun ekonomi global.


 

Pewarta: Xinhua
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2022