Tujuan aplikasi ini untuk mendekatkan kesejarahan bagi wisatawan nusantara dan mancanegara, mendekatkan sejarah dengan kaum milenial, menambah pengetahuan bagi dunia pendidikan, dan materi promosi bagi pelaku pariwisata
Labuan Bajo (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, memanfaatkan digitalisasi untuk memperkuat narasi sejarah dalam konteks pariwisata lewat aplikasi GeMes atau Gerakan Melek Sejarah Labuan Bajo.
 
"Tujuan aplikasi ini untuk mendekatkan kesejarahan bagi wisatawan nusantara dan mancanegara, mendekatkan sejarah dengan kaum milenial, menambah pengetahuan bagi dunia pendidikan, dan materi promosi bagi pelaku pariwisata," kata Kepala Bidang Sejarah dan Museum Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat Vinsensius Gande di Labuan Bajo, Minggu.
 
Aplikasi GeMes Labuan Bajo berisi kurang lebih 50 jenis sejarah baik sejarah cagar budaya, sejarah budaya, dan sejarah destinasi wisata. Jumlah ini masih akan terus bertambah hingga 5.000 cerita daerah Manggarai Barat sesuai target lima tahun ke depan.
 
Vinsensius mengatakan aplikasi ini bermanfaat bagi kalangan remaja milenial, dunia pendidikan, wisatawan, dan pelaku pariwisata.

Dengan kehadiran aplikasi ini, dinas berkeinginan agar sejarah atau cerita rakyat daerah Manggarai Barat dapat diketahui publik.
 
"Hal yang mendasar adalah masalah peradaban dari budaya tutur ke budaya tulis atau literasi. Kami ingin melalui narasi sejarah, daerah ini makin kuat dan maju," ujar dia.
 
Aplikasi ini sendiri telah diluncurkan di tingkat dinas pada Desember 2021. Untuk sementara, aplikasi masih diakses melalui tautan dan barcode yang dikirim oleh dinas. Kini, aplikasi terus mendapatkan masukan untuk pengoptimalan aplikasi sehingga bisa diluncurkan di tingkat kabupaten pada September 2022.
 
"Dinas berharap agar generasi milenial, lembaga pendidikan, pegiat budaya, pelaku pariwisata, dan wisatawan dapat mengakses sejarah daerah Manggarai Barat secara cepat," ucapnya.
 
Vinsensius menambahkan, aplikasi tersebut memiliki keunggulan yakni pengguna bisa memasukkan sejarah atau cerita ke aplikasi secara mandiri.
 
"Agar bisa diinput, link kami kirim lewat alamat email, selanjutnya diisi dan dipublish ke admin dinas. Nanti dinas mengeditnya kembali untuk dipublish ke publik," kata dia.

Baca juga: Delegasi Sherpa G20 rekomendasi wisata Labuan Bajo ke komunitas global

Baca juga: Desa wisata Floratama NTT didorong jadi tangguh terhadap bencana

Baca juga: Pengembangan desa wisata Liang Ndara di Manggarai Barat dioptimalkan

 

Pewarta: Fransiska Mariana Nuka
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2022