menduga korban  mengalami serangan jantung
Jakarta (ANTARA) - Polsek Kebayoran Baru memeriksa dua saksi terkait meninggalnya seorang pekerja  di teras atap (rooftop) gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta Selatan pada Rabu pagi.

"Kami memeriksa dua saksi yakni petugas kebersihan Gedung ASEAN," Ketua Polsek (Kapolsek) Kebayoran Baru, Kompol Doni saat dihubungi Antara, Jakarta, Rabu.

Doni mengatakan kejadian meninggalnya pekerja Gedung Sekretariat ASEAN tersebut terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 07.30 WIB, saat pekerja berinisial IM menuju ke teras atap gedung diduga untuk menghabiskan waktu sebentar.

Teras atap gedung tersebut terbilang besar, luas, dan bersih sehingga memang cocok untuk beristirahat sebelum kembali bekerja, kata dia.

Namun, tak lama kemudian pekerja berinisial IM ditemukan sudah meninggal dengan di sekelilingnya terdapat bungkus rokok dan secangkir kopi.

Pihak Polsek Kebayoran Baru langsung turun tangan mencari saksi terkait kejadian tersebut dengan memeriksa dua orang petugas kebersihan yang berada di tempat kejadian perkara (TKP).

Polres Metro Jakarta Selatan sudah membawa korban ke Rumah Sakit Fatmawati untuk keperluan visum oleh tim Inafis.

Polisi masih dalam tahap penyelidikan dengan kemungkinan menambah saksi baru untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Doni menduga korban  mengalami serangan jantung berdasarkan keterangan  istri korban yang menyebutkan keluarga IM juga mengalami riwayat penyakit yang sama sejak lama.

Disebutkan pula 40 hari sebelumnya, adik IM meninggal dunia karena penyakit jantung serta beberapa tahun yang lalu IM sempat menjalani operasi pada bagian kepala .

"Tahun 2017  yang bersangkutan pernah dioperasi pada bagian kepala," tuturnya.

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Ganet Dirgantara
Copyright © ANTARA 2022