India akan Selesaikan Pemagaran Perbatasannya dengan Bangladesh

Guwahati, India (ANTARA News) - India akan menyelesaikan pemagaran perbatasannya dengan Bangladesh dan menambah pasukan untuk mencegah imigran ilegal yang memasuki negara-negara bagian timurlaut, kata PM Manmohan Singh, Sabtu. Pengumuman itu dibuat 10 hari setelah PM Bangladesh Khaleda Zia berunding dengan Singh di New Delhi mengenai berbagai topik termasuk masalah imigrasi ilegal. "Kita akan mengambil aksi tegas dan segala mungkin tindakan untuk mencegah penyusupan dari sepanjang perbatasan itu," kata Singh setelah memulai satu rapat pemilihan propinsi di Assam, terbesar dari tujuh negara bagian perbatasan. "Kita dalam proses memperkuat pemagaran perbatasan dan meningkatkan jumlah personil keamanan di daerah-daerah perbatasan untuk mencegah penyusupan," katanya di Guwahati, ibukota defakto Assam. Bangladesh menolak tuduhan bahwa pihaknya mendorong migrasi warganya ke India. Kedua negara memiliki perbatasan bersama sepanjang 4095km, lebih dari separoh melintasi negara-negara bagian Assam, Tripura, Mizoram dan Meghalaya -- empat dari Tujuh Negara Bagian di wilayah timurlaut. Singh mengemukakan kepada wartawan ia mengharapkan proyek pemagaran itu akan segera rampung . Sekitar 60 persen dari pwrbatasan India-Bangladesh di timurlaut rawan dan tidak berpagar. Masalah imigrasi menimbulkan pertikaian antara penduduk berbahasa Benggali India timurlaut dan suku lokal dan penduduk etnik, dengan warga Muslim. Proses pendeteksian penuyusupan ilegal di wilayah timurlaut sekarang ditangani berdasarkan satu undang-undang federal, dan Singh mengatakan New Delhi akan menjamin bahwa penduduk yang jujur tidak akan dianiaya. Disamping imigran ilegal kedua negara memiliki sejumlah sengketa lainnya termasuk tuduhan India bahwa kelompok-kelompok separatis melancarkan pemberontakan di wilayah timurlautnya beroperasi dari pangkalan-pangkalan mereka di Bangladesh. New Delhi juga menyatakan cemas dengan kelompok garis keras Islam di Bangladesh yang berpenduduk mayoritas Muslim setelah serangkaian ledakan menghantam negara itu Agustus lalu. Bangladesh, dulu adalah Pakistan Timur merdeka tahun 1971 dengan bantuan militer India, demikian AFP.(*)

Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2006

Komentar