Jakarta (ANTARA) - PT Astra International Tbk berencana untuk mentransformasi Bank Jasa Jakarta (BJJ) menjadi bank digital dengan fokus pada segmen ritel dan UKM (usaha kecil dan menengah).

"BJJ yang saat ini konsentrasinya pada segmen ritel dan UKM, nantinya juga akan menjadi bank digital dengan fokus bisnis pada ritel dan UKM," ujar Direktur Astra International Suparno Djasmin dalam konferensi pers public expose daring di Jakarta, Kamis.

Dia menambahkan, kedua segmen tersebut merupakan segmen yang cukup besar dan tentunya akan bertumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selain itu, Astra juga akan menghubungkan BJJ ke dalam ekosistem Astra Financial dan Astra, kemudian nantinya akan dikoneksikan dengan ekosistem lain yang akan dibawa oleh BJJ atau WeLab Sky.

Astra International telah melakukan closing transaksi akuisisi Bank Jasa Jakarta bersama dengan mitra Astra yakni WeLab Sky pada 16 September 2022. Hal tersebut dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan closing transaksi tersebut, Astra menanamkan investasi hampir Rp3,9 triliun melalui anak usaha PT Sedaya Multi Investama yang menjadi pemegang saham sebesar 49,56 persen bersama mitra Astra yakni WeLab Sky.

Astra sendiri berencana ingin mentransformasi BJJ menjadi bank digital dan hal ini tentunya membutuhkan waktu yang nanti akan dipersiapkan.

"Dalam waktu kurang dari setahun, kita rencanakan untuk bisa mulai memperkenalkan platform dan layanan digital kepada nasabah BJJ," kata Suparno Djasmin.

Baca juga: Astra International bagikan dividen total Rp9,67 triliun
Baca juga: Bank Neo Commerce salurkan pinjaman digital Rp8,4 triliun pada Agustus
Baca juga: Bank DKI kembangkan aplikasi digital untuk pinjaman

 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2022