Belanda Hormati Integritas NKRI dan UU Otonomi Papua

Jakarta (ANTARA News) - Perdana Menteri (PM) Dr Jan Peter Balkenende menegaskan, Belanda sepenuhnya menghormati integritas wilayah Negara Kesatuan RI, termasuk pemberlakuan undang-undang otonomi bagi Papua Barat. "Kami sepenuhnya menghormati integritas wilayah Indonesia," katanya dalam jumpa pers bersama dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, seusai pertemuan dengan sejumlah tokoh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta, Jumat. Pelaksanaan Undang Undang Otonomi bagi wilayah paling timur Indonesia itu pun merupakan isu domestik dan menjadi tanggungjawab Indonesia sendiri, kata PM Belanda Balkenende. Sebelumnya, Din Syamsuddin menegaskan, keutuhan wilayah Negara Kesatuan RI merupakan sikap final Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Dengan demikian, kedua organisasi Islam terbesar di Indonesia itu menolak segala bentuk intervensi pihak asing ke dalam urusan dalam negeri Indonesia guna menggoyahkan sendi-sendi Negara Kesatuan RI, katanya. Sikap Belanda yang menghormati keutuhan wilayah Indonesia sebagaimana tercermin dari pernyataan PM Balkenende itu juga disinggung Din Syamsuddin dalam konferensi pers yang diliput sejumlah media dalam dan luar negeri tersebut. Terkait dengan isu hak azasi manusia (HAM), PM Balkenende mengatakan, diskusi mengenai isu itu perlu didasarkan pada sikap saling menghormati, bertanggungjawab, dan menghargai kodrati manusia. Menurut kepala pemerintahan Belanda itu, sangat penting membangun dialog tentang masa depan dan tanggungjawab bersama demi terwujudnya kebaikan bersama. Dalam hal ini, dialog antaragama dan umat beragama perlu terus digalakkan dengan melibatkan elemen masyarakat madani di kedua negara dan bangsa, katanya. Program pertukaran pelajar dan pemuda merupakan bagian dari kegiatan yang baik, katanya. Selain Din Syamsuddin, hadir dalam pertemuan dengan PM Belanda itu H. Zamroni, Siti Chamamah Soeratno, Dr. Rizal Sukma, Imam Addaruqutni, Abdullah Mu`thi, Fahmi Darmawansyah (Muhammadiyah), Endang Turmudzi, Chofiffah Indar Parawansa, Bina Suhendra, Abdullah Hasyim, dan Masrur Ainun Najih (NU). Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (NU), Hasyim Muzadi, berhalangan hadir karena masih berada di Kuala Lumpur untuk memenuhi undangan PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi, kata Asisten Pribadi Ketua Umum PB NU, Gozi Al Fatih. Seusai bertemu dengan para tokoh Muslim moderat Indonesia itu, PM Balkenende menyampaikan ceramah tentang "dialog antar agama dan budaya" dan berdialog dengan dosen dan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Ciputat. Dalam ceramahnya itu, ia menegaskan bahwa Islam bukanlah "bahaya" dan agama bukanlah sebuah pemisah, melainkan perekat umat manusia. Karena itu, umat Kristiani dan Muslim di dunia harus terus bekerjasama dengan lebih keras lagi.(*)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2006

Jokowi ajak PM Belanda kerja sama bidang vokasi, perdagangan dan investasi

Komentar